Leave a comment

Kritik yang Perlu Pembenahan


Sebahagian pemuda yang mengaku anggota jamaah islamiah, dalam berbagai kesempatan  masih  sering tampak sikapnya yang bertentangan  dengan adab lslami. Yang membuat jamaah tersebut banyak dikritik sehingga merasa terbebani.

Memang,  dalam  kenyataannya  masalah  seperti  ini  banyak  terjadi  di  kalangan pemuda  yang baru tersentuh  dakwah.  Mereka  masih  memerlukan  penanganan  dan pembinaan.  Seperti contoh kasus, ada seorang maha-siswa yang kuliah di Fakultas Ilmu Ekonomi. Jika dita-nya, “Kamu di fakultas apa?” Dia akan menjawab, “Saya di Fakultas Ilmu Ekonomi.” Jika Anda bertanya kepada seorang mahasiswa tingkat empat di fakultas yang sama, “Kamu di fakultas apa?” Dia akan menjawab, “Saya di Fakultas Ekonomi Managemen.” Apakah keduanya sama?

Ziarah dan pertemuan merupakan obat yang meng-gairahkan bagi seorang teman, dapat membangkitkan  semangat, dan meningkatkan kadar ruhani serta menim-bulkan perasaan dihargai keberadaannya. Sehingga perasaannya berkembang dan semangatnya semakin kuat.

Bila kita benar-benar setia setiap waktu dan dalam segala kondisi, bererti kita telah membangun rasa kasih sayang dan membuat teman merasa bangga dan mantap.

Jika kita  memahami  dan  menyadari  secara  menda-lam,  maka  kita  tidak  akan membeda-bedakan   satu  masalah  dengan  masalah  lain.  Kita  bagaikan  satu  tubuh. Setiap  anggota  tubuh  mempunyai  tugas  yang  berbeda-beda.  Maka  tidak  ada  satu muamalah pun kecuali dalam rangka dakwah,  agar dakwah  tetap berlangsung  dan menyebar.

Interaksi  dakwah  yang  tidak  memperhatikan  kepe-kaan  hati dan perasaan,  akan menghancurkan  sendi-sendi  bangunan yang telah ditata. Akibat yang lain adalah akan menjauhkan hati dari kepekaan dan kepedulian.

Barangkali  peristiwa  yang  paling  serius  yang  pernah  saya  alami  dan  rasakan sendiri adalah bahawa orang-orang terkenal, —yang majehsnya selalu dihadin banyak orang, baik tua maupun muda— bila sudah dimakan usia maka la akan sebagaimana makhluk Allah yang lain. Seseorang yang sudah lanjut usia atau terserang suatu penyakit,  maka\di hari-hari pertama (sakitnya) akan banyak yang menjenguk dan memperhatikan. Namun, setelah lama berlalu, setelah ia terlelap dalam tidurnya, kesedihan semakin bertambah, kesepian membuatnya tak dapat tidur dan pikirannya mulai  menerawang   ke  masa  lalu  dan  masa  depan,  akhirnya  kesendirian  dan kesedihan  membuatnya  semakin  merasa  terasing.  Pada  saat-saat  seperti  inilah  la saatnya, dan mengubah kondisinya yang menyedihkan dan memprihatinkan.

Kita harus berpikir jauh ke depan, bila suatu saat kita mengalami nasib yang sama seperti  mi.  Kerana  segala  sesuatu  itu  selalu  diukur  dengan  kondisi  pada  masa-masa terakhir.

Apakah beberapa pelajaran dalam tarbiyah itu sudah terpatri  dalam  hati  semua ikhwah, sehingga tidak melupakan kewajiban Islam im, tidak terjerumus dalam hal- hal yang terlarang, dan tidak memutuskan hubungan persaudaraan?

Dari Abu Hurairah  ra. sesungguhnya  Rasulullah  saw. bersabda, “Hak seorang muslim  atas  muslim  yang  lain itu lima perkara:  menjawab  salam,  menjenguk  yang sakit,  mengantar   jenazah,  memenuhi  undangan,  dan  mendoakan  yang  bersin!” (Muttafaq Alaih)

dikutip dari

Ath-Thariq ila Al-Quluub “Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: