Leave a comment

[KISS Report] Jakarta, (08/10/2015),


Masjid Ulul Albaab – 24 September 2015 menjadi berita duka bagi umat islam ketika ratusan jamaah haji luka-luka, amnesia, bahkan meninggal dunia di tragedi Mina. Untuk mengupas penyebab dan dampaknya bagi umat islam secara global, KISS kembali hadir bertemakan “Di Balik Tragedi Mina” dengan pembicara Ustadz Pizaro, wartawan salah satu media islam. 77 mahasiswapun hadir meramaikan KISS pekan ini.

Kajian ini dibawakan oleh Fahri Rizalul Ula selaku MC, dibuka dengan pembacaan tilawah oleh Naufal, dan kemudian dilanjut pemaparan oleh ustadz Pizaro.

Pada awal pemaparan, beliau menjelaskan kabar terakhir korban tragedi Mina, yaitu sebanyak 1200 orang dan 10 persen dari korban tersebut adalah jamaah Indonesia. “Dan bukan tidak mungkin korban akan bertambah” tegas beliau.

Beliau juga menjelaskan bahwa tragedi Mina ini bukan pertama kalinya terjadi. Tragedi Mina pertama terjadi tahun 1990, 1400 orang menjadi korban dan setengah dari korban tersebut adalah jamaah Indonesia. Penyebab tragedi Mina tahun 1990 ini adalah karena berebut dalam melempar jumrah. Kemudian tragedi Mina terjadi lagi pada tahun 2001, 2004, 2006, dan 2015. Tragedi Mina tahun 2006 sempat merenggut nyawa 362 jamaah haji. Penyababnya pun sama, yaitu berdesakan saat prosesi lempar jumrah. Dengan adanya kejadian ini kemudian diadakan perbaikan insfrastruktur berupa perluasan masjidil haram, pembangunan jalur 7 lantai untuk melempar jumrah, persiapan kereta cepat, kuota jamaah dikurangi, dan petugas ditambah.

Ustadz alumni UIN Jakarta ini kemudian memaparkan bahwa sebelum dilakukan investigasi, muncul isu atau tuduhan berupa video yang mangungkap konvoi Raja Salman merupakan pemicu tragedi Mina. Setelah ditelusuri, video tersebut sudah ada pada tahun 2012 yang diunggah kembali dengan judul baru. Adapun tulisan Asma Nadia berjudul “Karpet Merah Perenggut Nyawa” yang menyiratkan seakan tragedi Mina disengaja Arab Saudi.

Betulkah Tragedi Mina karna konvoi Raja Salman? Berikut ustadz Pizaro memaparkan keadaannya : 1. Raja Salman tidak ada di lokasi kejadian 2. Raja tidak haji karna sedang memantau haji 3. Jika memang ada anggota kerajaan yang berhaji, maka mereka akan melalui jalur udara/helikopter yg mendarat tepat di atas Jamarat. 4. Ada anggota kerajaan yg berhaji bukan Raja Salman tetapi Gubernur Mekkah

Kemudian beliau mengutip kesaksian Jamaah haji bernama Magaji Falalu Zarewa bahwa Insiden tersebut terjadi sekitar beberapa menit setelah jam 9 pagi waktu setempat. Masalah muncul saat kumpulan besar jamaah yang telah melempar jumrah, kembali lewat jalur jamaah lain yang akan pergi melempar jumrah yang datang dari Muzdalifah. Hal ini mengakibatkan gangguan pergerakan jamaah dan menjadikan udara semakin panas sehingga banyak jamaah yang jatuh pingsan.

Beliau selanjutnya menutup pemaparan dengan saran bagaimana sikap dalam menghadapi tragedi Mina. Yaitu : 1. Tunggu hasil investigasi 2. Mengkritik Arab Saudi hal yang wajar, tapi bukan untuk memojokkan 3. Waspadai genderang politik syiah dan kelompok liberal.

See You Next KISS

Majid Ulul Albaab #Lebih Dekat,Bersahabat,Bermanfaat ————————– Reporter : Anggita, Departemen Syiar MUA Editor : Riska Amalia Sari, Departemen M2C MUA

Masjid Ulul Albaab @muaunj muaunj.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: