Leave a comment

Ucapan  Salam  sebagai  Pembuka  Hati  dan Pemberi Kedamaian


Seorang   teman  bercerita   kepada   saya,—   ketika  berada  di  dalam  penjara tahanan militer tahun 1954— mengenai satu peristiwa yang mengharukan sekaligus memilukan. la bersama teman-temannya  hidup di penjara dalam kondisi ketakutan dan dicekam rasa ngeri, serta tidak ada sedikit pun rasa tenang. Yang ada hanya cuaca gelap diselimuti kegalauan pekat dan berbagai hal yang mencekam.

Di saat mereka sedang dalam kondisi gelap seperti ini, tiba-tiba pintu penjara dibuka dan muncullah seorang kepala polisi seraya mengucapkan salam, “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.” Kontan seluruh penghuni penjara  menangis  histeris  dengan nada sedih dan takut. Sehingga membuat polisi merasa kaget dan gemetaran. Belakangan kepala polisi itu menyadari kesedihan yang dalam di hati mereka. Ucapan salam tersebut dalam pikiran mereka adalah sesuatu yang tak pernah diduga oleh siapa pun dan ham-pir tidak mungkin terjadi di dalam penjara seperti ini.

Demikianlah, ketika salam terucap kepada mereka, ia bagai air dingin menyiram api yang tengah berkobar.

dikutip dari

Ath-Thariq ila Al-Quluub “Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: