Leave a comment

Kekuatan Besar yang Mampu Menghancurkan


Kami  masuk  penjara  kerana  kesewenang-wenangan  orang-orang  zhalim.  Kami disiksa dengan siksaan yang sangat menghinakan. Kehormatan manusia telah diinjak- injak  oleh  tindakan  yang  tak  bermoral,  yang  tak  pernah  terdengar  sebelumnya. Hampir-hampir  nyawa kami melayang. Kami mampu menahan lapar dan dahaga, dan kami dapat mengetahui nilai makanan dan mmuman setelah lama tidak mengkonsumsinya. Sehingga, dengan peristiwa ini, kami baru memahami derigan pemahaman  yang benar akan firman Allah, “Kerana kebiasaan  orang-orang  Quraisy, (yaitu)  kebiasaan  mereka  bepergian   pada  musim  dingin  dan  musimpanas,   Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah), Yang telah memberi makanan  kepada  mereka  untuk  menghilangkan  lapar  dan  mengamankan  mereka dari ketakutan.” (Quraisy: 1-4)

Kami   berada   di   tengah-tengah   beberapa   batalion   dengan   langkah   cepat. Sementara di sekitar kami anjing-anjing galak dan cemeti, siap merobek-robek tubuh. Pada saat itulah kami merasa ketakutan dan gemetar. Di antara kami ada yang j atuh pingsan. Ada j uga yang j atuh hmgga kepalanya terluka, dan dibiarkan tanpa mendapat pengobatan maupun perawatan. Kami terus lari berjam-jam tanpa istirahat dan dilarang berteduh di bawah men-dung yang sedang lewat. Di antara kami juga ada yang terkencing-kencing, bahkan ada yang lebih dari itu.

Sebelum  kami  mengalami  tragedi  ini,  tidak  pernah  terbayangkan  sama  sekali bahawa para pemuda mampu bertahan menghadapi siksaan seperti yang kami alami, tanpa mengalami  kelumpuhan  atau mengidap  ber-macam-macam penyakit. Tetapi   —subhanallah—   kami   telah   membuktikan   setelah   tragedi   yang   berlangsung bertahun-tahun  ini, bahawa  manusia  memiliki  kekuatan  yang amat dahsyat  hingga mampu  bersabar,  bertahan,  dan tetap  bermujahadah.  Sebuah  kekuatan  aqidah  dan ruhiyah yang belum ditemukan sumbernya, yaitu kekuatan yang nyata berkat kekuasaan Allah, hingga mampu mengalahkan para diktator.

Banyak orang kagum bahkan tak habis pikir terha-dap kesabaran, ketabahan, dan ketegaran  kami.  Mereka  bingung  di  tengah  kesesatannya  hingga  Allah  turunkan mukjizat kepada mereka. Allah telah mengubah keadaan kami dari ketakutan menjadi aman.  Sementara  mereka  merasa  takut  setelah  merasa  aman.  Kami  telah  melihat mereka dengan mata kepala kami sendin, yang terkunci dalam sel-sel penjara tahanan perang milker.

‘Ibroh  dari tragedi  ini adalah  bahawa  dalam diri para pemuda  muslim  terdapat mampu  mengubah  kondisi umat menjadi  bebas, adil, dan berwibawa. Bagi mereka yang  menghayati  peristiwa  ini  akan  mampu  memahami  ibroh-ibroh  ini  dengan  jeli. Mereka  akan  dapat  menguak   dan  menemukan   potensi  manusia  mushm  dalam berkreasi, bila diberi kebebasan.

Kita dapatkan banyak potensi yang terpendam dalam diri seseorang  yang belum sempat terkuak, tenggelam sia-sia. Sehingga kita kehilangan nilai potensi ini dalam pembinaan produktivitas dan kaderisasi.

Oleh kerana itu, hendaklah  setiap aktivis berusaha  sekuat tenaga secara optimal dalam dakwah hingga menemui Allah. Kerana Islam adalah agama dunia dan akhirat. Sungguh, dalam diri umat ini banyak jalan terang menuju hati yang tertutup oleh debu- debu zaman dan maraknya kebatilan yang menenggelamkan kebenaran.

dikutip dari

Ath-Thariq ila Al-Quluub “Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: