Leave a comment

Memanfaatkan Kesempatan untuk Menghidupkan yang Mati


Saya pernah berkunjung ke salah satu negara Arab. Di sana saya diundang makan siang oleh seorang teman, dan bertemu dengan sejumlah undangan yang lain. Majlis ini baik   dan   sangat   menyenangkan.   Sebelum   pulang,   salah   seorang   dari   mereka mengundang saya makan siang di rumahnya pada hari yang lain. Saya pun datang sesuai waktu   undangan.   Saya   heran,   ternyata   di  sana  saya   bertemu  lagi  dengan sejumlah orang yang sama, yang pernah hadir saat makan siang bersama di tempat lain. Akhirnya saya mengerti bahawa mereka bergiliran mengundang makan. Lalu saya berkata kepada mereka, “Saya menduga kalian bergantian mengundang sampai habis  gilirannya?”  Mereka  menjawab,  “Ya, ini akan berlanjut.”  Kemudian saya menghadap  mereka seraya berkata, “Apakah  kalian mengira saya senang dengan hal ini? Semula saya kira kalian telah berpikir bahawa setiap orang akan mengundangku  makan  siang  dan  menghadirkan  kelompok  baru  dari  kalangan remaja. Sehingga mereka dapat duduk bersama kita sambil berbincang-bincang dan  mendengarkan  pembicaraan  secara  langsung,  atau  saling  bertanya-jawab tentang sesuatu yang bermanfaat. Dengan begitu kalian dapat mengundang saya bersama sejumlah teman-teman yang lain, daripada bergantian  mengundang  makan siang dengan acara yang sama. Jadi, kita memanfaatkan makan siang untuk menarik hati, dan menuai nilai positif dalam undangan untuk khidmah pada dakwah.”

Permasalahan sesungguhnya bukanlah acara makannya, tetapi makan sebagai cara untuk bertemu,  dan peluang dakwah kepada para pemuda yang baru. Mereka dapat duduk-duduk bersama kita sambil mendengarkan taushiyab (pesan) tentang Islam, agar mereka dapat memahami Islam dengan mudah. Kita dapat memberi semangat baru, mereka   pun  dapat   mengambil   ‘ibroh   (pelajaran)   dari   ayat   dan   hadith   yang didengarnya. Dengan demikian kita dapat memanfaatkan waktu secara baik tanpa sia-sia.

Inilah da’i yang mampu mengemban cita-cita dakwah dan harapan kaum muslimin, “Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang her at.” (Al- Muzammil: 5)

Dialah  seorang  da’i  yang  hidup  dalam  kancah  peperangan  Islam  melawan musuh-musuhnya. Seorang da’i yang merasakan keagungan dakwah dan kesucian-nya, yang sangat diperlukan oleh umat manusia, yang lama menanti kehadirannya. Seorang da’i yang meletakkan cita-cita dan harapan di hati dan pikirannya, bersiap melangkah atas lzin Allah, bergerak untuk memikat hati. Allah berfirman,

Sesungguhnya.  orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka kerana keimanannya.” (Yunus: 9)

dikutip dari

Ath-Thariq ila Al-Quluub “Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: