Leave a comment

Optimisme yang Penuh Senyum dan Lapang Dada


Banyak   aktivis   dakwah   mengukur   keterlibatan   orang  lain  dalam  kancah dakwah dengan standar-standar yang sempit dan terbatas. Seseorang yang tidak mahu mencurahkan  semua  potensi,  waktu,  dan  hartanya,  dianggap  sebagai  cacat. Di antara  mereka  ada  yang  menuduh  saudaranya   tidak  mengetahui   problematika kehidupan sosial yang pelik, yang tengah dihadapi umat saat ini.

Ketika seorang akh masih berstatus sebagai maha-siswa, ia memiliki waktu untuk dakwah yang relatif banyak, namun sumbangan dananya relatif sedikit. Setelah lulus dan menjadi pegawai, ia memberikan sumbangan dana lebih besar, tetapi memiliki waktu luang lebih sempit untuk dakwah. Ketika ia menikah, nilai harta dan waktu baginya  menjadi  berkurang.  Bahkan,  ketika punya  anak,  ia tidak  dapat  memenuhi tugas-tugasnya selain menurut kemampuannya.

Dalam  pandangan  para aktivis  dakwah,  sering  dipersepsi  bahawa  setiap  orang harus mencurahkan segala sesuatu yang dimilikmya, padahal Allah berfirman,

“Allah tidak membebani  seseorang  melainkan  sesuai dengan kesanggupannya.  Ia mendapat pahala (kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (Al-Baqarah: 286)

Setiap kali seseorang memberikan dan mencurahkan potensinya, seberapa pun, itu akan menjadi simpanan dan persediaan kebaikannya.

Bagaimanapun, sikap ini bukanlah fenomena umum. Banyak pemuda yang dapat menundukkan kendala-kendala ini sesuai dengan kadar keimanannya terhadap keagungan risalah, serta kesedaran terhadap pentingnya amanah dan tanggung jawah terhadap masa depan Islam.

Dakwah  menuntut  penyertaan  setiap  muslim  sesuai  dengan  kadar  yang  tidak sampai mempersulit  kehidupannya.  Bahkan yang wajib adalah sebaliknya. Memang ada yang mencurahkan dan mengorbankan segalanya sehingga siap mengganti posisi yang lain dan bertahan di barisan terdepan.

Setiap  muslim  harus  menyadari  bahawa  fizikal  manusia  terdiri  dari  beberapa anggota: kedua tangan, mata, telinga, dan lain-lain yang sejenis itu. Masing-masing memiliki tugas dan misinya. Demikian pula setiap muslim menunaikan tugasnya sesuai   dengan   potensi   yang   telah   diberikan   oleh   Allah   kepadanya.   Dengan begitulah masyarakat Islam akan tercipta.

Saya  masih  ingat,  ada  seorang  teman  yang  dijuluki  Al-Mustami’  (pendengar), kerana ia bergaul dengan kami hanya sebagai pendengar setia saja. Tetapi setelah meni- kah dan mempunyai tiga orang anak lelaki, semuanya menjadi sarjana dan anggota Ikhwan. Hal ini merupakan balasan agung sehingga Allah membuka hatinya.

Kita  harus  senantiasa  merenungkan  ungkapan  Rasulullah,  ketika  dilempari batu oleh penduduk Tha’if, hingga kedua tumit beliau berdarah. Beliau tetap tabah dan terus berdo’a. Lalu datanglah Jibril kepada Nabi Muhammad saw., seraya mengucap salam dan berkata, “Wahai Muhammad, Allah mengucap salam dan pesan untukmu. Seandainya  engkau  mahu,  aku akan  timpakan  dua  gunung  di Makkah  ini kepada mereka!”

Rasul  menjawab,  “Tidak!  Semoga  Allah  mengeluarkan  dari  keturunan  mereka orang-orang yang menyem-bah Allah!”

Hadits  ini  mengandung  pengertian  yang  dalam,  kerana  Rasulullah menganjurkan   kita   tentang   satu   pelajaran   yang   amat   agung,   iaitu   bahawa optimisme seorang da’i lebih luas daripada batas-batas dunia ini. Allah berfirman,

Semoga Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi  di  antara  mereka.  Dan   Allah   adalah   Mahakuasa.   Dan   Allah   Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Mumtahanah: 7)

dikutip dari

Ath-Thariq ila Al-Quluub “Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: