Leave a comment

Dakwah Fardiyah


Peribadi muslim merupakan sasaran risalah dakwah. Dalam rangka ltulah Allah mengutus para nabi dan rasul. Selanjutnya dibebankan kepada para ulama dan da’i. Bila aqidah sudah menyentuh hati,dan iman   telah merasuk ke dalam jiwa, serta keperibadian sudah mencapai derajat utama, maka umat pun akan menjadi baik dan daulah islamiah akan tegak. Oleh kerana itulah, Islam memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kualitas peribadi, baik segi aqidah, pemahaman, mahupun pendidikan, agar menjadi contoh hidup yang nyata dan lampu penerang bagi pencari hidayah dan kebenaran.

Upaya ini dimulai dengan menyampaikan pengertian dakwah yang integral dan sempurna kepada hati setiap muslim di masa kini. Suatu masa yang dikotori oleh berbagai macam gelombang pemikiran yang menyesatkan, merancukan, dan mengacaukan suara kebenaran. Hal ini semakin diperparah oleh perselisihan tajam dan tingkat kebodohan terhadap hakikat Islam yang menimpa duma Islam. Maka sudah menjadi keha-rusan utuk memotivasi para praktisi dakwah fardiyah untuk melakukan analisis secara kritikal, guna membantu mengenali secara jelas setiap orang yang hendak dijadi-kan sebagai objek dakwah, baik dari segi kejiwaan, sosial, mahupun politik. Itulah langkah dakwah yang harus ditempuh agar tidak justru bertentangan dan kontra produktif.

Seseorang yang siap melakukan dakwah fardiyah harus menyadari pentingnya regenerasi aktivis dakwah, sehingga perjalanan dakwah dalam rangka membela Islam tidak berhenti.

Seorang da’i yang merasa terganggu dan tidak tenang pikirannya dengan kondisi yang menimpa umat Islam ini, terdorong dengan kuat untuk sedar bahawa dakwah harus produktif dan menghasilkan buahnya.

Seorang da’i tidak akan berhasil dalam tugasnya kecuali jika disertai dengan ibadah yang penuh keikhlasan dan totalitas kepada Allah.

Dan tidak ada taufiq bagiku melainkan dengan (perto-longan)Allah.”(Hud: 88)

“Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah bahawa Allah mengetahui.” (An-Nisa’: 70)

Seorang da’i harus mengingat kisah sahabat Mush’ab bin Umair. Ketika diutus Rasul ke Madinah sebagai da’i, beliau ditentang oleh Sa’ad bin Mu’adz. Kemudian As’ad bin Zurarah berkata padanya, “Hai Mush’ab, inilah tokoh kaumnya. Ia telah datang kepadamu, maka jujurlah kepada Allah dalam mendakwahinya.”

Tampaklah bahawa hasil kerja yang tulus ini, yang tercermin dalam akhlak dan penlaku, merupakan salah satu kaedah dakwah yang terpenting. Kaedah-kaedah dakwah yang penting antara lain:

Dakwah Tanpa Kata-kata

Hal ini tercermin dalam dakwah lewat qudwah hasanah (keteladanan). Qudwah hasanah adalah model dakwah yang tidak memerlukan penjelasan dan dialog. Ini merupakan cara   praktis, kerana keyakinan kepada dakwah seperti ini akan melahirkan keyakinan kepada fakta yang konkret dan realita yang nyata. Cara ini lebih cepat membawa orang untuk percaya dan mene-rima ajakan. Imam As-Syahid Hasan Al-Banna telah menyatakan, “Kitab yang terletak di perpustakaan sedikit yang membacanya, tetapi seorang muslim sejati adalah ‘kitab terbuka’ yang semua orang membacanya. Ke mana saja ia pergi, ia adalah ‘dakwah yang bergerak’.” Allah berfirman,

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu.” (Al-Ahzab: 21)

Oleh kerananya, seorang mahasiswa muslim yang memperoleh prestasi istimewa, di samping posisinya yang terhormat dan disukai banyak orang pada saat yang sama hal itu merupakan dakwah yang cemerlang dan mampu “berbicara banyak”. Demikian pula seorang pegawai, pekerja, atau yang lainnya. Allah berfirman,

Tetapi Allah menjadikan kalian cinta kepada keiman-an dan menjadikan iman itu indah dalam had kalian.” (Al-Hujurat: 7)

dikutip dari

Ath-Thariq ila Al-Quluub “Kiat-Kiat Memikat Objek Dakwah”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: