Leave a comment

Mereka Berkelahi Memperebutkan Surga


one boy shaking his fist at the otherAdzan Zuhur terdengar sayup-sayup dari kejauhan saya pun bergegas menuju masjid di lingkungan Kuttab Al Fatih Purwakarta, mengejar para santri yang sudah lebih dahulu sampai ke masjid.

Dari jauh saya mendengar suara tangisan seorang santri, sayapun mempercepat langkah untuk mengetahui apa yang terjadi, sesampai di masjid ternyata ada dua santri yang menangis dengan badan telungkup di atas karpet masjid  sambil menutup wajah mereka menggunakan kedua tangan.

“Rais kenapa?” tanya saya
Tidak ada jawaban hanya menangis, saya coba bertanya ke santri satunya lagi
“Miqdad kenapa?”
Tidak ada jawaban juga, saya pun mencoba bertanya kepada santri lain yang melihat kejadian.
“Siapa yang tahu kenapa Rais dan Miqdad menangis?”
Seorang santri mengangkat tangan, sayapun segera menghampiri dan bertanya
“Zaenab tahu kenapa Rais dan Miqdad menangis?”
Sambil mengangguk
“Tadi Miqdad sama Rais berantem, Miqdad pukul Rais”
Saya belum puas dengan jawaban yang ada kemudian saya coba bertanya kembali kepada Rais.
“Rais kenapa?”
Sambil sesenggukan dengan mata tertutup tangan
“Tadi aku kan mau Adzan tapi Miqdad juga Adzan, terus Miqdad dorong-dorong aku”
Melanjutkan menangis.

Saya terkejut, bukan karena dipukul atau didorongnya tetapi dengan hal yang mereka perselisihkan.Penjelasan Rais yang sederhana membuat saya tersenyumpenuh kekaguman, Subhanallah. Ternyata mereka berebut hingga berkelahi untuk Adzan, Allahu Akbar semoga Allah memberkahi mereka.

Saya mengingat masa kecil saya ketika umur 5 atau 6 tahun yang selalu berkelahi karena hal-hal yang tidak ada manfaatnya, ya karena gundu (kelereng), karena makanan, karena sepeda, karena bola, dan hal lain yang tidak ada manfaatnya untuk direbutkan, sungguh iri saya terhadap anak-anak ini.

Saya pun langsung teringat kisah dua anak yang belum cukup umur untuk bergabung bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallamdi medan Jihad Uhud dan merekapun harus bergulat untuk membuktikan kepada Rasulullah bahwa mereka layak.

Saya harus sampaikan kisah ini kepada anak-anak,sayapun segera berlari menuju kantor untuk mengambil buku “Remaja, Antara Hijaz & Amerika” karya Ustd. Budi Ashari, Lc. Setelah suasana tenang sayapun adzan dengan kesepakatan dari mereka, selepas sholat Zuhur saya menyampaikan kisah ini, berikut petikan kisahnya yang saya kutip dari buku “Remaja, Antara Hijaz & Amerika” karya Ustd. Budi Ashari, Lc, Halaman 85-87.

“Hari itu adalah hari Jumat lepas shalat Ashar tanggal 6 Syawal 3H, saat Rasulullah memberangkatkan pasukan dari kota Madinah menuju ke Uhud untuk menyambut tantangan 3000 pasukan Quraisy. Jarak tempuh antara masjid Nabawi dan uhud adalah 5,5 KM.

Ketika sampai di sebuah tempat yang bernama Asy Syaikhoin (sudah dekat dengan Uhud), beliau berhenti di sana dan melakukan pengecekan pasukan kembali.

Beliau mendapati laporan tentang keberadaan anak-anak kecil yang belum layak perang ada di dalam pasukan. Karena perang baru boleh diikuti oleh mereka yang baligh. Usia baligh anak laki-laki saat itu adalah 15 tahun. Jadi siapapun yang masih di bawah usia itu, pasti tidak diizinkan untuk ikut jihad.

Ada beberapa nama yang dipulangkan ke Madinah, karena masih belum baligh. Di antara mereka adalah : Abdullah bin Umar, Zaid bin Tsabit, Usamah bin Zaid, An Nu’man bin Basyir, Zaid bin Arqom, Al Baro’ bin Azib (tapi menurut kitab Ar Rahiq Al Makhtum, Al Baro’ termasuk yang ikut perang Uhud sebagaimana dalam shahih Bukhari), Usaid bin Dzuhair, Arabah bin Aus, Abu said Al Khudry, Samuroh bin Jundub, Rofi’ bin Khodij. Totalnya ada 14 anak muda yang dipulangkan menurut Ibnu Sayyidin Nas.

Melihat beberapa anak dipulangkan, Dzuhair bin Rofi berkata: Ya Rasulullah, dia (Rofi’ bin Khodij)seorang ahli panah.

Rofi’ terlihat mengangkat-angkat badannya setelah mendengarkan kalimat itu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang mendengarkan kesaksian tersebut, langsung percaya dan mengizinkanRofi’ bin Khodijuntuk bergabung bersama pasukan.

Menyaksikan Rofi’ diizinkan, Samuroh bin Jundub yang termasuk anak yang dipulangkan, berkata kepada ayah tirinya, Murri bin Sinan al Haritsi;

Wahai Ayah, Rasulullah mengizinkan Rofi’ bin Khodij tetapi menolakku. Aku lebih kuat daripada Rofi bin Khodij.
Murri bin Sinan Al-Haritsi pun menyampaikan kepada Rasulullah;
Ya Rasullah, engkau menolak anakku dan mengizinkan Rofi’ bin Khodij. Anakku mampu mengalahkannya.
Rasulullah memerintahkan;
Bergulatlah kalian berdua!

Mereka berdua pun bergulat. Dan benar saja, Samuroh bin Jundub mampu mengalahkan Rofi’ bin Khodij.Melihat itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengizinkan Samuroh bin Jundub untuk ikut perang Uhud.”

Lihatlah betapa agungnya pergulatan tersebut, mereka berusaha sekuat tenaga memperebutkan kemuliaan di sisi Allah dan RasulNya.

Kembali kepada anak-anak yang berkelahi tadi karena berebut ingin menjadi Muadzin, inilah semangat anak muda, semangat Fastabiqul Khoirot, semangat berlomba dalam kebaikan. Nak teruslah berlomba-lomba dalam kebaikan, teruslah berlomba dalam mendapatkan syurganya Allah.

Berikut beberapa hadits tentang keutamaan menjadi muadzin:

Dari Ibnu ‘Umar -radhiallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda :
مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً
“Barangsiapa mengumandangkan adzan selama dua belas tahun, maka wajib baginya surga, Dan dengan adzannya, dalam setiap harinya akan dituliskan enam puluh kebaikan, dan tiga puluh kebaikan untuk setiap iqamah yang ia lakukan.” (HR. Ibnu Majah no. 723 dan dinyatakan shahih oleh Albani dalam Silsilah Hadits Shahih no.  42 dan Shahih Ibnu Majah: 1/226)

Dari Al-Barra’ bin ‘Azib -radhiallahu anhu- bahwasanya Nabi -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ وَالْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ بِمَدِّ صَوْتِهِ وَيُصَدِّقُهُ مَنْ سَمِعَهُ مِنْ رَطْبٍ وَيَابِسٍ وَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ صَلَّى مَعَهُ
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya akan bershalawat untuk orang-orang yang berada di shaf yang terdepan. Muazzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya”. (HR. An-Nasai no. 646, Ahmad: 4/284, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib: 1/99)

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda :
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
“Kalau seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang ada pada panggilan (azan) dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan undian maka pasti mereka akan mengundinya. Dan kalaulah mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan karena bersegera menuju shalat maka mereka pasti akan berlomba-lomba (untuk menghadirinya). Dan kalaulah seandainya mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan dengan mengerjakan shalat isya dan subuh, maka  pasti mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 437)

Nak apa yang kalian perebutkan memang layak untuk direbut dan apa yang kalian tangisi memang layak untuk ditangisi apabila tidak mendapatkannya, semoga Allah memberkahi dan menjadikan kalian pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. Aamiin.

Ya Allah Bimbing Mereka…
Dari yang mencintai kalian karena Allah

Puji Faisal, Kepala Kuttab Al-Fatih Purwakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: