1 Comment

Press Release Musyawarah Kerja Masjid Ulul Albaab Masa Jihad 2014-2015


Gambar

Hari Sabtu, 29 Maret 2014 jam 9 pagi tepatnya di Masjid Ulul Albaab tercinta, berdatangan para punggawa MUA sang pemegang estafet dakwah. Sebuah niat suci mereka datang untuk menjadi saksi sekaligus tokoh dari awal jejak perjuangan kembali Lembaga Dakwah Fakultas MIPA dan FIK. Selang beberapa saat kemudian persiapan keberangkatan yang dirasa cukup, dengan sebuah permulaan yang baik sebelum keberangkatan, Ahmad Jahid Sajid selaku Ketua 2 MUA memberikan sedikit pengarahan tentang teknis keberangkatan yang diakhiri dengan doa. Setelah selesai langkah-langkah kecil pun mulai menapaki jalan untuk menuju tempat tujuan dengan penuh keyakinan.
Musyawarah Kerja MUA dilaksanakan pada tanggal 29-30 Maret 2014 bertempat di Yayasan Baitul Ma’moer, Bojong Gede. Agenda yang merupakan agenda wajib di tiap awal kepengurusan yang bertujuan untuk mensosialisasikan Program Kebaikan (PROKEB) dari tiap-tiap departemen dan biro setrap para BPH MUA 2014 kepada punggawa MUA. Yang sangat diharapkan dari program-program yang telah dihasilkan dapat menegakkan syiar Islam di FMIPA dan FIK sehingga dapat berdiri dengan kokoh. Walaupun akan banyak kerikil bahkan batu besar yang datang, tapi keyakinan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan telah melekat di hati kami.
Perjalanan yang cukup jauh terasa amat singkat, karena dalam perjalanan itu kami tak henti-hentinya saling menanyakan kabar seputar saudara seiman, bersenda gurau dan lain sebagainya. Sesampainya di Masjid Baitul Ma’moer, kami melepas penat dan peluh yang melekat sejenak. Tak lama setelah itu, apel pembukaan akan segera dilaksanakan di lapangan yang terdapat di halaman Masjid tersebut. Suasana apel terkesan khidmat, dengan taujih dari Bang Jahid tentang pentingnya Ruhul Istijabah, yakni pentingnya menyambut setiap seruan agenda kebaikan yang ada. Taujih yang singkat tapi bermakna, disertai kisah sahabat yang dianggap kurang dalam menyambut seruan kebaikan, termaktub juga dalam Kitabullah mengenai hal ini, di “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan perasaan ringan atau pun berat.” (Q.S At-Taubah : 41). Ayat ini menjadi pelecut kami dalam menunaikan seruan kebaikan tersebut. InsyaAllah..
Setelah selesai apel pembukaan, panitia mempersilahkan kami untuk menunaikan hak jasadiyah kami, yap! Makan bersama, kegiatan pengikat ukhuwah yang juga membuat diri ini SerSan(Serius tapi Santai) dalam menjalani Musyawarah Kerja Masjid Ulul Albaab ini.
Dirasa cukup untuk menunaikan hak jasadiyah kami, kami melanjutkan dengan melanjutkan bacaan Qur’an kami sembari menunggu pembicara datang, karena saat itu diwajibkan bagi peserta dan panitia untuk menuntaskan 1 juz dan menghafal Q.S. At-Taubah Ayat 41 beserta artinya selama Musyawarah Kerja berlangsung. Sekitar pukul 14.30 WIB acara selanjutnya berlangsung, pembicara yang sedari tadi kami tunggu akhirnya datang, kak Izrul Supriyadi selaku MC memperkenalkan beliau sebagai Andika Mahatmaka, dari Fisika 2002, kali ini beliau akan membawakan tema tentang “Urgensi dan Esensi Dakwah” topik yang kami rasa untuk meluruskan niat, kak Andika mengawali materi dengan menceritakan dinamika dalam berdakwah di masanya, yang ketika itu pernah menjabat sebagai K2M dan juga Ketua LDK UNJ, baik peserta maupun panitia menyimak dengan seksama materi yang disampaikannya. Beliau berujar dalam penutup materi kali ini “Berani memperluas kemampuan ketika ada kesempatan maka ambillah, karena kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya”.
Usai menyimak materi pelurus niat dan penggugah semangat yang disampaikan oleh kak Andika, panitia meminta tiap-tiap departemen untuk mendiskusikan presentasi program kebaikan yang nantinya akan dipresentasikan di depan seluruh punggawa. Walaupun hanya dengan hijab besi setinggi pinggang, namun itu tidak menjadi sebuah penghalang terjadinya tek-tok perbincangan antar punggawa, bahkan itu menjadi saksi bisu akan terciptanya sejarah baru di MUA. Inovasi-inovasi baru yang dihasilkanpun digoreskan pada lembaran-lembaran kertas. Sontak saja di dalam Masjid Baitul Mamoer yang awalnya sunyi senyap sontak berubah menjadi ramai, ramai dengan diskusi-diskusi Program Kebaikan, ramai dengan keseriusan dalam merancang strategi-strategi dakwah yang akan di bawakan di tiap-tiap departemen dan biro, pertimbangan demi pertimbangan dipikirkan matang-matang agar meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
Kemudian agenda dilanjutkan dengan clean up, yaitu bersih-bersih sambil menunggu azdan magrib berkumandang. Ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilafadzkan bahkan tidak pernah absen dari telinga pada setiap agendanya apalagi di saat istirahat seperti ini.
Adzan maghrib akhirnya berkumandang, suaranya masuk sampai dalam kamar-kamar panti yang kami tempati, bagaimana tidak, di setiap kamar telah dipasang speaker yang terhubung langsung dengan mic Masjid. Memang hal tersebut sebuah ide yang terpuji untuk mengajak para penghuni di dalamnya segera ke masjid untuk melaksanakan sholat tepat waktu. Waktu maghrib yang ada dimanfaatkan untuk sholat, dzikir al-ma’atsurat dan sempurnakan dengan membaca Qur’an hingga waktu untuk menunaikan sholat Isya tiba. Setelah selesai menunaikan ibadah sholat Isya berjama’ah, masuk pada acara yang kami nantikan yaitu pemaparan Program Kebaikan serta kebijakan dari tiap departemen dan biro dalam satu tahun kepengurusan MUA. Setiap departemen dan biro mempersilahkan perwakilannya untuk mempresentasikan buah dari pemikiran departemen dan biro tersebut ke depan Punggawa MUA 2014. Kemudian setiap departemen juga diberi waktu untuk menjelaskan hasil dari musyawarah serta waktu untuk kritik masukkan dari punggawa lain. Tak lupa juga BPH MUA diberikan hak yang sama dengan setiap departemen. Agenda ini terkesan sangat seru sampai jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.00WIB, pemaparan PROKEB terpaksa dipending esok hari, mengingat waktu dan badan kita mempunyai haknya untuk beristirahat. Waktu istirahat diberikan sampai jam 3 sehingga harus dimaksimalkan benar untuk beristirahat. Keheningan malam terasa amat nyaman sehingga tak terasa kalau kami sudah pulas tertidur. Pagi sekali kami dibangunkan untuk mendirikan sholat Qiyamul Lail berjama’ah di masjid, meski dengan mata terkantuk-kantuk tapi kaki tetap melangkah menuju ke masjid. Kemudian setelah sholat, waktu diberikan kepada Bang Ronny Setiawan untuk kami mengintrospeksi diri sebelum memangku sebuah amanah besar. Sebuah video yang amat menyentuh diputarkan untuk kami lebih menjaga akan iman kami yang fitrahnya selalu naik-turun. Sebagi seorang aktivis dakwah iman memang menjadi sebuah harga mati untuk menyeru iman-iman yang sedang futur. Kemudian agenda dilanjutkan sholat shubuh dan pembacaan dzikir Al-Ma’tsurat, setelah itu kami diarahkan untuk bersiap ke agenda selanjutnya yaitu riyadhoh. Riyadhoh sengaja diberikan untuk mempererat ukhuwah dan memaknai dakwah di samping sebagai penyehat jasadiyah. Setelah itu kembali dipersilahkan untuk bersih-bersih dan dilanjutkan untuk pemaparan yang belum sempat diselesaikan. DPO MUA ternyata juga tidak ketinggalan diberikan waktu untuk ini, kemudian kaput MUA ka Dwi Fitriyani dan K2M bang Jahid mengakhiri agenda ini.
Sebagai akhir sebelum apel penutupan, diadakan Long March ke tempat apel. Tidak mudah karena banyak dari mereka yang membawa barang bawaan yang cukup banyak. Terik matahari bahkan juga menyempurnakan perjuangan kami sehingga cucuran keringat yang membasahi menemani langkah ini. Setelah beberapa saat kami singgah di sebuah masjid untuk sekedar beristirahat dan sholat Dzhuhur. Entah apa yang Allah SWT rencanakan ditengah teriknya sinar matahari yang panas ternyata tidak dirasakan saat berada didalam masjid, sebaliknya saat berada di sana angin bolak-balik menghampiri kami yang kemudian mengeringkan seluruh keringat sampai-sampai kami terlena untuk tertidur. Setelah adzan berkumandang kami segera melaksanakan sholat berjamaah untuk kemudian bisa kembali melanjutkan perjalanan ke tempat apel. Jarak antara masjid dan tempat apel ternyata dekat, sehingga apel penutupan dapat dilaksanakan dengan segera. Pada apel penutupan ini, kak Fajar Tri Nugroho dari Fisika 2009 lah yang menjadi pembina apel. Pada sambutannya kak Fajar mengobarkan semangat kami dalam menjalankan dakwah mulia ini. Motivasi-motivasi serta nasehat-nasehatnya membangunkan kami dari tempat yang melenakan, rasa kekaguman pun juga ikut menyertai selama ia berbicara. Petikan takbir akhirnya mengakhiri seluruh rangkaian agenda muker ini, lengkap sudah rasanya menjadi sebuah awal yang tidak telupakan.
Akhirnya memang amat manis namun dalam perjalananya akan banyak rasa yang timbul di dalamnya, dan kami para punggawa MUA bisa sedikit mencicipi rasa itu dengan cara kami sendiri, yaitu jalan jihad kami menyiarkan dakwah islam di lingkup Kampus Timur UNJ. Semoga kami tetap istiqomah di jalan dakwah ini yaa Rabb. Aamiiiin….(Ummu-M2CMUA2014)

Advertisements

One comment on “Press Release Musyawarah Kerja Masjid Ulul Albaab Masa Jihad 2014-2015

  1. keren bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: