Leave a comment

Bedah Buku “64 Bekal Hidup Muslimah dari Surat An-Nur” (Press Releas MUTIA 28/3/2014)


Gambar

SALIMAH PARTY

Bedah Buku “64 Bekal Hidup Muslimah dari Surat An-Nur”

Bismillah..

Siang itu, kala mentari sedang teriknya,, para muslimah kampus UNJ berbondong-bondong memenuhi ruang Daksinapati, FIP, UNJ. Panasnya udara Jum’at siang tak menyurutkan para muslimah untuk terus melangkah guna memperkaya ilmu agama.

Yap, Jum’at, 28 Maret 2014 kemarin, LDK dan LDF se UNJ mengadakan kajian kemuslimahan yang diberi nama “SALIMAH PARTY” woww, party nya muslimah nih..

Kajian dengan membedah buku “64 Bekal Hidup Muslimah dari Surat An-Nur” ini didalangi oleh penulisnya sendiri, yaitu Ustad H. Abdul Aziz Abdur Rouf, Lc. Acara ini dibuka pukul 14.15 oleh dua orang akhwat selaku MC dari FMIPA dan FBS, dan dilanjutkan oleh tilawah dari seorang ikhwan.

Sang ustad memulai kajian dengan membahas fadilah (keutamaan) mengkaji Al-Qur’an, yaitu Allah turunkan syafa’at dan Allah berikan Rahmat kepada orang yang senantiasa mengkaji kalam Allah tersebut.

Pada QS. An-Nur ayat pertama, telah dijelaskan mengenai solusi dalam menyikapi permasalahan umat Islam. Sebagaimana artinya “(inilah) suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukumnya), dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda (kebesaran Allah) yang jelas, agar kamu ingat.” QS. An-Nur: 1.

Pada ayat selanjutnya dijelaskan tentang zina bagi laki-laki dan perempuan. Ustad Aziz menyampaikan bahwa, tidak ada satu musibah yang tidak Allah tangguhkan di bumi ini, kecuali musibah bagi orang yang berzina. Artinya, Allah tidak akan menunda memberi musibah/azab secara langsung kepada orang yang melakukan zina. Naudzubillahi minzalik..

Ustad Aziz menjelaskan bahwa Allah membagi 3 kelompok manusia;

Pertama adalah kelompok orang yang beriman, yaitu orang yang senantiasa mengimani ayat Al-Qur’an, maka hidupnya pun senantiasa dinaungi oleh cahaya Al-Qur’an. Merekalah orang yang meskipun sibuk dengan kehidupan dunia, tetapi tidak lupa pada Al-Qur’an dan selalu mengingat Allah. Seperti QS. An-Nur ayat 35-37

“Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari kiamat)” QS. An-Nur: 37

Kedua, adalah kelompok orang-orang kafir, yaitu orang yang selama hidupnya jauh dari Al-Qur’an, maka hidupnya selalu diselimuti kegelapan dan tidak akan pernah mendapat solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Seperti QS. An-Nur ayat 39-40. “dan orang-orang yang kafir, perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga. Tetapi apabila didatangi tidak ada apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna, dan Allah sangat cermat perhitungannya. Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, diatasnya ada lagi awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikitpun”

Ketiga adalah kelompok orang munafik, yaitu orang yang dekat dengan Al-Qur’an jika ada keperluan/ maunya saja. Misalnya ada kepentingan ekonomi, poitik, dll.

Pada hakikatnya, semua ayat yang diperintahkan di dalam Al-qur’an adalah fardhu ‘Ain untuk dilaksanakan. Seperti salah satu ayat pada surat ini yang menjelaskan adab ketika bertamu, yaitu “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.” QS. An-Nur: 27. Selain menjelaskan adab dalam bertamu, Ustad Aziz menerangkan bahwa sebagai tuan rumah, suguhkanlah hidangan yang lezat kepada tamu, karena merupakan suatu kebahagiaan bagi keluarga yang harmonis apabila tamu sangat menikmati dan menyantap habis jamuan yang kita hidangkan. Saat kaum muslimin dapat hidup seperti ini, maka insya Allah, Allah akan membuka kesempatan bagi umat islam untuk menjadikan Al-Qur’an berdaulat di negeri ini. Setelah pemaparan dari Ustad Aziz, maka dibuka sesi diskusi.

Acara “SALIMAH PARTY” turut di meriahkan dengan adanya ice cream gratis yang dibagikan untuk peserta kajian, serta 30 buku “64 Bekal Hidup Muslimah dari Surat An-Nur” untuk 30 orang pertama yang hadir.

Acara ini diakhiri dengan sosialiasi Donor Hijab “one Man One Hijab” dan pemaparan 3 Budaya muslimah UNJ, yaitu GEMES (Gerakan Muslimah Berhias Syar’i), GST (Gerakan Setenga Tujuh), dan Muslimah Anti Rokok. Lalu, ditutup dengan do’a.

Yapp, itulah sepenggal cerita SALIMAH PARTY yang sarat akan ilmu dan ukhuwah. Don’t forget to attend our next SALIMAH PARTY’s event ^^

(Galuh Ayu Rengganis)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: