Leave a comment

Memaknai Do’a Pengikat Hati oleh Ust. Ricci(Abu Qowwam) (Resume KISS 27 Maret 2014)


Gambar

Assalamualaykum Shobat KISS. Udah tau do’a pengikat hati kan ya? Iya yang itu. Do’a Rabithah. Yuk kita simak sebentar ulasan dari Kajian Islam yang satu ini.
Tapi sebelum kita bicara tentang do’a Rabithah mari kita simak dulu kisah hidup sahabat Nabi sallallahu ‘alaihi wassalam ini.

Memaafkan dan menghapus rasa dengki
Anas Ibn Malik r.a. mengisahkan bahwa kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah saw. Beliau bersabda “Akan berlalu saat ini seorang ahli surga.” Saat itu juga seorang sahabat dari Anshar muncul sambil mengusap jenggot menghilangkan bekas wudhu. Tangan kirinya menenteng sandal. Keesokan harinya Rasulullah saw. Kembali mengatakan hal yang sama dan muncul sahabat Anshar itu. Di hari ketiga Rasulullah saw. berkata seperti yang ucapkan sebelumnya. Dan, masih sahabat itu juga yang datang.
Ketika Rasulullah beranjak pergi, sahabat Abdullah ibnu Umar membuntuti orang itu. Ia berkata, “Aku berselisih dengan ayahku. Aku bersumpah takkan tinggal bersamanya selama tiga hari. Jika kau izinkan, bolehkah aku tinggal bersamamu selama itu?” Sahabat itu menjawab, “Baiklah.”
Abdullah ibnu Umar bercerita bahwa ia tinggal bersama sahabat itu selama tiga hari. Tapi tak melihatnya bangun tengah malam beribadah, kecuali ketika bangun ia selalu berdoa dan bertakbir hingga menjelang shalat subuh. Abdulah berkata, “ Aku hanya mendengar ia selalu mengucapkan kebaikan. Selama tiga malam itu, hampir saja aku meremehkan semua hal yang ia lakukan. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya padanya, “Wahai hamba Allah, sebenarnya tak pernah terjadi perselisihan antara aku dan ayahku, tapi aku mendengar Rasulullah saw. Berkata sebanyak tiga kali “Saat ini akan berlalu seorang ahli surga.” Aku perhatikan ternyata kamulah orangnya. Aku lantas bermaksud tinggal bersamamu untuk mengetahui lebih dekat semua yang kamu lakukan. Tapi sampai saat ini aku tak melihat kamu melakukan sesuatu yang besar dan berharga. Aku bertanya-tanya apa yang menyebabkan Rasulullah saw. Mengatakan demikian.’” Sahabat itu menjawab, “Diriku hanyalah seperti yang kau lihat.”
Setelah mendengar jawabannya, aku beranjak pergi meninggalkannya. Selang beberapa langkah, ia kembali berkata kepadaku, “Diriku hanyalah seperti yang kau lihat, tapi tak pernah terbetik dalam hatiku, perasaan dengki terhadap muslim lainnya atau iri terhadap anugerah yang Allah berikan kepada mereka.” Abdullah ibnu Umar menimpali, “ini dia yang menyebabkan kamu menjadi ahli surga.” (Hadist Riwayat Ahmad dengan sanad menurut syarat Bukhari, Muslim, dan Nasa’i).
Nah Subhanallah ya, dengan memaafkan dan membabat habis rasa dengki kepada orang lain dapat mengantarkan kita kepada keridhaan Allah.

Masuk Surga tanpa hisab
Oke, kebanyakan orang menargetkan tujuan hidup paling tingginya adalah masuk surga. Tapi padahal ada lo yang lebih tinggi lagi derajatnya. Ya. Adalah masuk surga bighoiri hisab (tanpa diperhitungkan lagi amal kita). Ibaratnya yang lain masi dihisab kita uda pegang tiket surga Shob. Masih belum ketara keunggulannya, yauda mari kita telusuri dulu jalan yang pake hisab (perhitungan amal).
Hisab itu kita kaya disidang sob, bedanya kalo disidang perkaranya mungkin hanya sepotret kisah dari rekam jejak hidup seseorang, nah kalo dihisab yang ditampilin ya seluruh rekaman orang yang lagi disidang selama hidupnya sob dan itu satu persatu disidangnya. Dan yang jadi hakimnya ga tanggung-tanggung, Allah langsung. Untuk pesereta sidangnya, ya seluruh manusia yang hidup didunia, kebayang ga tuh jumlahnya. Kaga lah ya, okedeh kita ambil permisalan sama jumlah manusia yang ada didunia sekarang ini, kurang lebih 6 milyar katanya. Oke, 6 milyar ini harus ngantri buat nunggu dipanggil sidang satu-persatu. Misalkan kita ada ditengah-tengah antriannya berarti didepan kita ada 3 milyar orang yang harus kita tunggu. Waduh lama ya, dan sepertinya untuk sidangnya hidup satu orang saja sepertinya lama ya. Apalagi 3 milyar. Kalaupun satu orang hanya 1 menit disidangnya kita masih harus nunggu 3 milyar menit berarti, waduuh.
Tapi masalahnya pasti ga semua orang 1 menit disidangnya, lah sidang di dunia aja ada yang bertahun-tahun ga selesai gimana sidang di akhirat, dan jumlahnya pasti ga 6 milyar karena kita di kumpulin sama seluruh manusia dari umatnya nabi Adam AS sampai umatnya nabi Muhammad saw.. Dan untuk kondisinya saat mengantri bukan kondisi di mana kita bisa santai ataupun sempat-sempatnya ngobrol atau bercanda melainkan suasana begitu menakutkan dan semua orang saat itu ditampakkan semua aibnya belum lagi matahari yang begitu menyengat.
Ya begitulah sedikit gambarannya.
Jadi targetnya kayanya di naikin ya Shob, masuk surga tanpa hisab. Bersama dengan Nabi saw. dan para sahabatnya, termasuk sahabat yang di atas udah kita baca ceritanya tentang amal beliau yang sebelum tidur memaafkan segala kesalahan, kebencian, dan kedengkian orang lain pada dirinya.

Kenapa memaafkan itu penting?

Tanggung jawab perbuatan kita itu ada pada dua sisi Shob, yang pertama tanggung jawab kita pada Allah, yang kedua tanggung jawab kita pada manusia. Saat kita merasa berdosa atas perbuatan kita karena maksiat kepada Allah, jika kita bertaubat dengan sungguh-sungguh insyaa Allah akan diampuni oleh Allah karena Allah Maha Pengampun, Maha Pengasih, Maha penyayang. Lain hal jika kita melukai perasaan dari sesama manusia bisa dimaafkan bisa juga tidak. Nah ini yang nantinya menghalangi kita dari masuk surga bighoiri hisab, bisa jadi saat kita punya salah dengan orang lain walaupun itu hal kecil dan urusannya belum selesai sampai wafat nantinya di akhirat kita dipertemukan lagi di sebuah persidangan sampai perkara itu selesai. Apalagi kalau ada temen kita yang berkata “dunia akhirat ga gua maapin”. Naudzubilah. Nah ga dapet deh masuk surga tanpa hisab yang ngantrinya super panjang.

Nah kenapa ada Rabithah?

Do’a Rabithah disusun oleh seorang pemuda bernama Hasan al Banna. Saat itu ia banyak melihat sebuah potret di lingkungannya yang mayoritas muslim dan mereka berislam, sama-sama aktifis dakwah, dan paham agama, namun satu sama lainnya saling menghujat. Dari satu majelis menghujat majelis yang lain seperti itulah gambaran yang ia lihat. Hal ini menjadi salah satu pendorong beliau dan teman-temannya dalam membangun pergerakan islam. Beliau menyusun do’a ini sebagai bentuk kekhawatiran akan persatuan umat muslim saat itu. Karena tentunya perselisihan terus ada. Membaca doa yang dibaca pagi dan sore ini kita akan mempelajari tentang ikatan persaudaraan sesama muslim. Sehingga perbedaan dan perselisihan menjadi sebuah keragaman warna yang dibingkai dalam ikatan indah persaudaraan muslim.
Rabithah artinya “ikatan”, dan ta marbuthoh artinya “ta yang terikat”. Begitu juga dengan kata marbot yang berarti “yang terikat”, terikat pada masjid lebih tepatnya.

Doa Rabithah terbagi menjadi dua bagian yaitu
1. Yang pertama pernyataan
Yaa Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa dalam taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syari’at-Mu

2. Yang kedua permintaan
Kukuhkanlah, yaa Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahaya-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan
keindahan bertawakkal kepada-Mu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat pada-Mu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.

Gambar

Allahumma innaka ta’lamu anna haadzihil quluub, qadijtama-at ‘alaa mahabbatik,
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
Qolbu atau hati, adalah sesuatu yang mudah berubah atau berbolak-balik. Contohnya kaya cerita begini,
suatu hari teman nya anaknya pak haji datang.
“pak haji, pak haji anak pak haji main judi”,
seketika perasaan pak haji marah,
lalu temannya tadi lanjutin lagi “tapi menang”
eh si pak haji jadi seneng, trus pak haji nanya “ menangnya apa?”
“motor pak haji”, jawab temannya.
“Alhamdulillah”, syukur si pak haji
“tapi tadi dicolong pak haji ama maling” timpal si temen anaknya itu
Dan pak haji pun kembali cemberut.
Yah begitulah hati mudah sekali untuk berbolak-balik hanya dalam beberapa saat.
Makanya ada do’a “Yaa muqollibal qulub tsabbit qulubana ‘ala diinik wa thooatik” Wahai Allah yang maha membolak-balikan hati, teguhkanlah hati kami atas agama ini. Dan dalam taat kepadamu.
wal taqat ‘alaa tha’atik,
telah berjumpa dalam taat pada-Mu,
iltiqo=bertemu, dari kata liqo berkumpulnya benar-benar dalam ketaatan kepada Allah bukan yang lain
wa tawahhadat ‘alaa da’watik,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
sama-sama menyeru agama Allah, mengesakan ketauhidan Allah, maka semua orang baik jamaah ini, atau jamaah itu merupakan saudara kita yang dengannya kita sama-sama berdakwah menegakkan kalimat Allah.
wa ta ‘ahadat ala nashrati syari’atik.
telah berpadu dalam membela syari’at-Mu
pastikan dari awal didalam hati kita bahwa yang akan kita perjuangkan adalah syariat Islam. Contoh penegakan syariat islam paling riil adalah kalau shalat shubuh berjamaah di masjid menyamai jamaah shalat jumat kita sudah sukses. Ataupun jika kita menengok kesebelah kita lihat orang bersorban, berjenggot, dan orang berkata “wah ini saudara saya” atau menengok ke muslim yang lainnya juga mengatakan ini saudara saya, tanpa ada rasa dengki. Maka insya Allah syartiat sudah sukses ditegakkan.
Fa watsiqillahumma rabithataha,
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Selanjutnya saat kita sudah merasa semua muslim itu saudara kita, kita meminta kepada Allah agar direkatkan persaudaraannya
wa adim wuddaha,
Kekalkanlah cintanya.
Wuddun itu cinta, seperti kata mawaddah
wahdiha subuulaha,
Tunjukilah jalan-jalannya.
Tunjukanlah jalan-jalannya, banyak-banyak solusi atas perselisihan agar persaudaraan selalu terjaga
wamla’ha binuurikal ladzi laa yakhbu,
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahaya-Mu yang tiada pernah pudar.
wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik,
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadamu
Shodrun, hati, menghilangkan semua kebencian, kedengkian untuk bersama menegakkan syariat-Nya.
wa jami’ lit-tawakkuli ‘alaik,
Dan keindahan bertawakkal kepadaMu.
Ada doa yang senada dalam surat Al Hasyr ayat 10 dalam Qur’an
“rabbanaghfirlanaa wali ikhwaninalladzina sabaquunaa bil iimani walaa taj’al fii quluubina ghillallilladziina aamanuu rabbanaaa innaka rauufurrahim”
Ya tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kamiyang telah beriman lebih dahulu, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang beriman. Ya tuhan kami, sungguh engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.
Ghil, adalah kedengkian.
wa ahyiha bi ma’rifatik,
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
wa amitha ‘alaa syahaadati fii sabiilik…
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Innaka ni’mal maula wa ni’man nashiir.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik-Nya pelindung dan sebaik-baik penolong.

Jadi kesimpulannya kita berharap dan berusaha agar masuk surganya kita tanpa hisab, dengan memaafkan kesalahan ataupun kebencian orang lain pada kita dan menghapuskan segala rasa dengki baik pada orang-orang yang kita kenal ataupun pada orang yang tidak kita kenal. Dan dengan Rabithah yang dibaca dengan membayangkan orang-orang disekitar kita yang membenci kita sekalipun kita berharap kepada Allah agar tidak ada lagi perselisihan ataupun gesekan-gesekan yang mengurangi rasa kasih sayang kita dalam persaudaraan islam, sehingga nantinya insyaa Allah kita dimasukkan dalam surga tanpa di hisab (Anas-SyiarMUA2014).

Wallohu a’lam bishowab
Afwan minkum
Hadanallah waiyyakum ajmain
Wassalamua’laykum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: