Leave a comment

Islam ? Kok aneh banget sih ? (Press Release KISS)


image

KISS
Sore ini, di hari Kamis, 27 Februari 2014, KISS pekan ini membawakan tema tentang “Islam?Aneh banget sih?” yang dibawakan oleh Ust. Idrus Abidin Lc.
Dimulai dengan memberikan 4 pertanyaan yang sering ditanyakan orang nasrani atau orang yang belum paham benar mengenai mengenai Islam itu sendiri, diantaranya adalah :
Kenapa muslim menyembah ka’bah?
Kenapa ketika sholat ditentukan waktunya?
Kenapa islam harus ada perintah puasa padahal hakikatnya manusia butuh makan dan minum?
Muslim itu katanya bebas, tapi kenapa perempuan harus berpakaian serba tertutup?
Setelah itu pertama-tama beliau menjelaskan tentang apa sih arti dari aneh itu dan standar yang digunakan untuk menilai sesuatu itu aneh. Pengertian aneh itu adalah di saat kita melihat suatu hal yang tidak sama dengan apa yang ada di sekitar. Beliau mengambil contoh ketika kita sedang berkunjung ke Irian Jaya dan melihat pria di sana pada umumnya menggunakan koteka, sedangkan kita berpakaian rapi, maka yang dianggap aneh adalah kita, padahal tidak semua aneh itu salah, tergantung standar apa yang kita gunakan saat kita menilai sesuatu itu aneh. Saat orang yang belum paham tentang Islam itu sendiri menilai aneh, standar yang mereka gunakan adalah rasio mereka, mereka mempunyai perspektif bahwa apa yang bisa dinilai itu dapat dirasakan, dilihat, diraba dan segala aspek yang melibatkan pancar indra dan akal semata, padahal Islam merupakan sesuatu yang tidak semuanya bisa dicerna dengan rasio melainkan ada yang namanya wahyu. Contohnya pada ayat-ayat yang terdapat pada Al-Qur’an, tidak semuanya bisa kita mengerti dengan akal, bahkan ada ilmu yang sampai sekarang belum kita singkap dibalik Al-Qur’an. Ke-5 panca indra pun memiliki batas seperti mata yang tidak bisa melihat menembus angkasa dan telinga yang tidak dapat mendengar segalanya, serta akal yang sejatinya memiliki ambang batas dalam penggunaannya dibandingkan dengan Allah Ta’ala yang Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha tahu segalanya, bahkan sampai mengetahui jumlah daun yang jatuh dari setiap pohon yang ada di bumi.
Terkadang, mendapatkan ilmu hanya butuh dua hal, yaitu informasi dan orang yang jujur tanpa menuntut pembuktian, begitu pula wahyu turun. Contohnya ketika pramugari di sebuah pesawat menginfokan kepada para penumpang bahwa pesawat akan segera mendarat, dan para penumpang diminta memakai sabuk pengaman. Tentunya para penumpang tidak akan menyanggah perintah dari pramugari dan menuntut bukti bahwa pesawat itu memang benar mau mendarat. Contoh lainnya, saat seorang pasien divonis menderita sakit kanker, si pasien tentunya akan menanyakan bagaimana solusi yang bisa ditawarkan oleh sang dokter, bukannya meminta penjelasan bukti yang akurat mengapa ia bisa sakit kanker dan lain sebagainya.
Wahyu turun sebagai penuntun bagi diri kita, seperti cahaya yang terpantul dari sebuah benda sehingga mata bisa melihat pantulan cahaya dari benda itu. Meskipun begitu, Islam juga merupakan agama yang rasional. Contohnya pada ke Maha Esa-an Tuhan umat Islam, Allah Ta’ala, karena sangat tidak logis jika tuhan ada lebih dari satu, jika iya maka kehendak antara Tuhan yang satu dengan yang lainnya pastilah berseberangan ataupun terdapat perbedaan pendapat, dan tidak menjadikan bumi tersusun rapi seperti sekarang ini. Rasionalitas lainnya bisa kita lihat pada orang yang dikenakan kewajiban ibadah, yaitu orang yang berakal. Bayi yang baru lahir, orang gila yang kehilangan kesadaran ataupun orang yang sedang tidur sehingga ketika itu akalnya tidak berpikir dan mereka tidak dikenakan kewajiban untuk menjalankan ibadah sampai akal pikirannya terbentuk, ataupun kembali.
Jadi setelah pembahasan di atas dapat kita simpulkan bersama bahwa, pernyataan yang tepat bukanlah “Islam?Aneh banget sih?” namun “Islam?Unik banget ya?”
Sekarang kita bahas yuk Shob, 4 pertanyaan yang diajukan Ustad Idrus diatas,
Yang pertama, membahas pertanyaan tentang “kenapa umat muslim menyembah ka’bah?”, jawaban yang disampaikan oleh Ustad Idrus adalah, sebenarnya, Islam itu tidak menyembah ka’bah akan tetapi hanya menghadap ke ka’bah sebagai kesatuan fokus, ataupun persatuan arah umat Islam dalam beribadah karena Islam merupakan agama tauhid dan pembenaran persepsi orang-orang yang belum paham tentang kata menghadap tidak sama dengan menyembah. Lagipula sujudnya umat Islam bukan karena sujud menyembah ka’bah, melainkan sujud karena perintah Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an. Seperti halnya ketundukan para malaikat saat diminta untuk bersujud untuk Nabi Adam a.s. sebagai penghormatan, dalam contoh ini yang dilihat bukanlah siapa yang disujudi akan tetapi siapa yang memberikan perintah untuk bersujud.
Untuk menjawab pertanyaan tentang “Kenapa ketika sholat ditentukan waktunya?”, sebelumnya, hal pertama yang harus kita bahas, adalah mengenai makna kebebasan dalam Islam. Kebebasan bukan berarti kita bebas sebebas-bebasnya, contoh paling mudah adalah ketika di bumi kita ini tidak ada yang namanya gravitasi, maka orang akan “bebas” dengan melayang-layang tanpa ada hukum gravitasi yang membuat manusia bisa berpijak di bumi. Kebebasan bukan seperti itu yang kita maksud, melainkan tetap ada patokan yang menjaga kita dalam kebenaran. Karena makna kebebasan dalam islam adalah tidak tunduk kecuali kepada Allah. Seseorang yang tidak tunduk kepada Allah bisa dipastikan akan tunduk kepada selainnya seperti tunduk pada benda, pada materi, ataupun tunduk pada lainnya selain Allah Ta’ala. Lalu kenapa sholat ditentukan waktunya sebanyak 5 waktu, tidak lain adalah sebagai bentuk ketundukan kita kepada Allah Ta’ala, seperti yang kita telah bahas di pertanyaan yang pertama.
Ketiga, Ustad Idrus menganalogikan dengan kehidupan manusia bila seluruh hidupnya dihabiskan untuk terus bekerja, tanpa ada yang namanya istirahat, bisa dipastikan orang tersebut akan merasa bosan atau jumud dengan kegiatan bekerja-nya tersebut. Begitu pula tubuh kita yang membutuhkan istirahat baik dalam segi jasmaniah maupun ruhiyah dan puasa mampu mengistirahatkan tubuh kita dari segi jasmaniah maupun ruhiyah, dari segi jasmaniah sudah banyak penelitian yang membuktikan efek positif yang ditimbulkan dari puasa bagi tubuh kita, dan dari segi ruhiyah, kita diminta untuk menahan segala bentuk syahwat atau keinginan untuk melatih kesabaran.
Pertanyaan terakhir tentang islam yang katanya bebas tetapi kenapa perempuan harus berhijab?. Nah untuk yang ini konsep tentang kebebasan kan telah kita kupas dan bahas di pertanyaan kedua, maka pembahasan dipertanyaan ini lebih kepada kenapa harus berhijab?. Jawabannya tentu karena ketundukan kepada Allah. Selain itu dalam islam kita mengenal yang namanya syahwat atau keinginan. Kita bergerak karena adanya nafsu atau keinginan. Misalkan; kenapa masuk UNJ ?. karena saya ingin menjadi ilmuwan. Ya kira-kira seperti itulah keinginan. Namun apa kaitannya dengan ijab yang diterapkan. Islam mengajari kita untuk menikmati sesuatu pada saatnya. Contohnya saat kita ingin memakan buah mangga, tentunya kita tidak bisa menikmatinya saat masih berupa pucuk pohon mangga.
hijab diterapkan untuk menjaga dan menghormati wanita karena wanita begitu berharga. Lalu kenapa suami diperbolehkan melihat? Tentunya karena si suami telah berani bertanggung jawab atas wanita yang dinikahinya tersebut dengan disaksikan oleh keluarga dan orang-orang lainnya (pernikahan) yang merupakan janji yang kokoh yang menjadi pengesahan atas keduanya.
Oiya Shob, kalo mau tanya-tanya lebih lengkap bisa hubungi Ustad yang bersangkutan(Idrus Abidin Lc.) di 0813 9873 4621(SMS/WA)
Wallahu a’lam bishowab
MUA-Semakin dekat, bersahabat, dan bermanfaat

Oleh : Mochamad Ali Chomaini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: