Leave a comment

Press Release Keputrian Akbar (Jum’at, 14 Februari 2014 @MNI)


Bismillahirrahmanirrahim..

14 februari?? Ada apa yaa?? Tentu tak asing lagi bagi kita, yap betul tanggal 14 Februari adalah Hari Tutup Aurat. Nah, di tanggal 14 Februari tahun 2014 ini, LDK Salim UNJ menyelenggarakan beberapa rangkaian acara untuk para muslimah kampus UNJ pada khususnya dan seluruh masyarakat UNJ pada umumnya, termasuk laki-laki.

Acara pertamaaaa..

yapp acara Keputrian Akbar yang dilaksanakan di Arena Prestasi FIS, UNJ, dengan 3 pembicara dari Tim Peduli Jilbab dan seorang moderator dari FMIPA (Kaput MUA tahun 2014), acara ini terlaksana pada jam 12 siang khusus untuk para muslimah kampus UNJ J. Meski siang itu cukup panas, tetapi tidak menyurutkan langkah para muslimah kampus UNJ untuk terus memperkaya ilmu dengan menghadiri kajian ini

Gambar

Disini para muslimah kampus UNJ diberikan ilmu-ilmu super mengenai hijab. Mulai dari pengalaman ketiga pembicara, yaitu cerita dibalik hijab syar’i beliau hingga pemaparan seperti apa hijab syar’i itu.

Pembicara pertama yaitu mba Dirama, satu kalimat yang beliau katakan dan membuat para muslimah tertegun adalah “wanita itu anggun dengan kesederhanaannya, karena kesederhanaan itulah yang membuat seorang akhwat menjadi sempurna”. Subhanallah kalimat yang mampu menjadi bahan renungan para muslimah.

Pembicara kedua adalah mba Yanti. Beliau berbagi pengalamannya kepada para peserta keputrian akbar kali ini. Beliau berkata bahwa beliau dulunya adalah perempuan tomboy, tetapi beruntung memiliki teman yang berhijab dan selalu mengajak untuk mentoring dan berhijab.  Awal-awal beliau memakai hijab adalah karena bermimpi mengenai kematian dan merasakan tanda-tanda kematian menghampiri dirinya. Meski awalnya mendapat tentangan dari keluarga, namun hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk memulai berhijab.

Nah, pembicara ketiga dalam keputrian Akbar siang itu adalah mba Angel. Di awal beliau juga menceritakan asal-muasal beliau berhijab dan akhirnya berhijab syar’i. Berbeda dengan pembicara kedua, mba Angel memulai berhijab karena beliau bermimpi tentang hari kiamat yang membuat beliau sangat ketakutan. Pun awal memakai rok adalah karena melihat seorang kakak tingkat memakai rok bagus dengan anggun, yang membuat mba Angel termotivasi ingin seperti kakak tingkat tersebut. Dari situlah beliau berhijab dan berpakaian syar’i serta selalu berdo’a agar selalu di istiqomahkan oleh Allah.

Selain menceritakan mengenai pengalaman berhijab, mba Angel juga membawakan materi mengenai hijab. Menurut beliau, yang menjadi hal terpenting adalah niat, apakah sudah ada niat di hati kita? Untuk menjadi lebih baik, untuk melindungi diri kita sebagai muslimah, sebagai bentuk rasa cinta pada Allah SWT, dll. Selain itu, ternyata terdapat perintah berhijab syar’i yang tertulis di dalam Al Qur’an surah An-Nur: 31 dan Al-Ahzab:59 (monggo dibuka Al-Qur’an nya J).

Mba Angel juga memaparkan mengenai manfaat berhijab yaitu:

  1. agar kita semakin dicintai Allah
  2. terhindar dari sinar matahari langsung
  3. menjaga kesehatan kulit (dalam sebuah penelitian di bidang kedokteran ditemukan fakta bahwa kulit wanita hanya membutuhkan sinar matahari hanya pada kulit wajah dan telapak tangan. Subhanallah..)
  4. agar berbeda dengan kau-kaum lain
  5. aman dari gangguan mata-mata usil

setelah mba Angel memaparkan materi mnegenai hijab, saatnya sesi bertanya. Ada seorang muslimah yang bertanya mengenai bagaimana caranya meyakinkan orang yang belum istiqomah dalam berhijab. Nah menurut mba Angel, tips yang pertama yang harus kita lakukan adalah terus-menerus memberitahu dan mengingatkan akan pentingnya berhijab, intinya adalah kesabaran, dan yang kedua adalah di do’a kan. Jadi, setelah kita bersabar untuk selalu mengingatkannya maka layaknya kita berdo’a karena hanya Allah yang dapat memberikan hidayah kepadanya.

Hidayah itu ada di mana-mana, tetapi terkadang kita yang tidak menyadarinya

Di akhir sesi bertanya, sang moderator sempat memberikan satu pertanyaan kepada pembicara ketiga kita siang itu, yaitu mengenai satu kata untuk hijab. Dan luar biasa beliau menjawab bahwa “hijab adalah komitmen, kewajiban, dan kebutuhan” yap, sebuah quotes yang membuat kami para peserta kajian lagi-lagi harus merenungi kata-kata luar biasa yang terlontar dari pembicara kajian keputrian akbar hari itu.

Setelah selesai mendengarkan materi dari masing-masing pembicara, para peserta kajian disuguhkan dengan demo hijab syar’i yang diperagakan oleh mba Angel dan seorang temannya dari Tim Peduli Jilbab serta dua orang relawan yang bersedia di pakaikan hijab syar’i. Saat demo hijab, para muslimah juga disuguhkan ice cream gratis J. Acara pun dilanjutkan dengan pembagian hadiah doorprize untuk 2 orang yang beruntung. Agenda keputrian akbar ini selesai pada jam 13.30 setelah ditutup dengan do’a.

Rangkaian acara keduaaa…

Jam 14.30.. Yapp, saatnya pawai tebar hijab keliling kampus UNJ. Yang diikuti oleh para peserta kajian keputrian akbar beserta para ikhwan dari LDK dan LDF UNJ. Sebelum pawai, atribut pun dipersiapkan guna melengkapi amunisi pawai hari itu, seperti banner, poster, sticker, artikel selembaran, dan tak lupa hijab yang akan dibagikan untuk para muslimah kampus UNJ yang belum berhijab.

Gambar

Pawai diawali dengan do’a oleh salah seorang ikhwan. Start rute pawai adalah dari Arena Prestasi FIS, lalu berjalan ke depan gedung G, yaitu gedung Unit Kegiatan Mahasiswa UNJ. Salah seorang ikhwan menyampaikan maksud kami mengadakan pawai tersebut sambil tak lupa menyanyikan yel-yel guna pembakar semangat

Ayo tutup, ayo tutup, ayo tutup auratmu..

Karena itu, Karena itu, Karena itu mahkotamu..

Dari gedung G, kami melanjutkan pawai melewati parkiran motor belakang, lalu berkeliling ke IKK sambil tak lupa memeberikan selembaran artikel dan sticker-sticker kepada setiap mahasiswi yang kami temui. Hijab yang kami berikan adalah khusus untuk muslimah yang belum berhijab guna memotivasi agar segera berhijab. Pawai pun berlanjut ke gedung Fakultas Teknik, ternyata subhanallahnya antusiasme dan respon dari teman-teman mahasiswa mengenai pawai tebar hijab ini. Ada seorang muslimah yang langsung mencoba hijabnya sesaat setelah diberi hijab oleh kami, ada juga yang melonjak senang saat diberi hijab warna pink. Masya Allah.. Senangnya melihat hal tersebut J memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami..

Gambar

Pawai pun berlanjut ke gedung kantin blok M,  tepat sekali waktunya, siang-siang di saat jam makan siang. Benar saja, ramainya kantin Blok M membuat kami makin bersemangat untuk menyebarkan aksi kebaikan ini. Selanjutnya yang kami singgahi adalah gedung Fakultas Ekonomi. Sambil terus menyanyikan yel-yel dengan semangat, kami pun terus membagikan atribut-atribut pawai.

Tak terasa adzan Ashar telah berkumandang. Kamipun bergegas ke Masjid Nurul Irfan setelah sebelumnya singgah di Gedung FIP.

The last, Acara ketigaa…

Kajian dengan tema “Allah Is True Love” yang di bawakan oleh Ustad Agus Supriyatna. Acara ini terlaksana di selasar Masjid Nurul Irfan, Kampus A, UNJ. Acara ini dimulai pukul 16.45 dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an oleh salah seorang ikhwan.

Gambar

Ustad Agus memulai ceramahnya dengan kalimat pembuka “ daripada memberi sebatang coklat, lebih baik bareng-bareng kita sholat” artinya disini daripada melakukan hal yang beluym tentu berpahala dan bisa jadi malah berdosa, lebih baik kita melakukan hal yang sudah pasti diberi ganjaran pahala oleh Allah, ya, sholat adalah salah satunya, apalagi jika sholatnya dilaksanakan berjamaah, waaah lebih lebih deh pahalanya.

Menurut beliau, Allah adalah Dzat yang paling mengerti dan menyayangi hambanya. Jika direnungi, Apa rahmat yang Allah berikan sebagai bentuk kasih sayang kepada hambanya?? yaitu tercantum dalam sebuah hadits Bukhari

jika seorang hamba melakukan 1 saja kebaikan, maka Allah akan memberinya pahala 10 kali, tetapi sebaliknya jika seorang hamba melakukan 1 kali saja kejahatan, maka hanya ditulis sebagai 1 kejahatan

Selain itu, patut kita syukuri karena kita terlahir dari rahim seorang ibu yang muslimah, itu karena Allah sayang pada kita.

Allah adalah sebaik-baik cinta sejati. Maka, cintailah Allah, RasulNya, lalu orang-orang shalih, lalu barulah mencintai yang lain.

Ustad Agus juga mengatakan “ketika hati kita mencintai lawan jenis, itu artinya terdapat ruang dihati kita yang kosong dari cinta pada orang-tua dan cinta pada sahabat-sahabat terdekat. Maka seharusnya isilah kekosongan itu dengan bertilawah, mengingat Allah SWT”

Di akhir ceramah, Ustad agus membacakan satu kalimat yang dapat menjadi bahan renungan kita “Tidak penting mencintai Allah.. Tapi yang terpenting adalah bagaimana agar Allah mencintai kita”

Subhanallah..

Yap.. itulah serangkaian acara yang diselenggarakan oleh LDKSalim dan LDF se-UNJ dalam rangka memperingati tanggal 14 Februari sebagai Hari Tutup Aurat.

Galuh Ayu Rengganis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: