Leave a comment

Duhai Saudariku, akhlaqmu permata bagimu (PR MUTIA-Jum’at, 21/02/2014)


Gambar

Bismillahirrohmanirrohiim..

Apa kabarnya nih ukhti sholihah?

Semoga senantiasa dalam limpahan rahmat Sang Maha Cinta yaa.. ^^

Setelah pekan lalu MUTIA Goes To Kampus A, pekan ini MUTIA kembali hadir menyapa seperti biasanya di saung kesayangan masyarakat kampus B, yapp di mana lagi kalau bukan di Saung Ungu..

MUTIA pekan ini menyajikan tema yang sangat menarik lho. Untuk edisi kali ini kami mengangkat tema “Duhai Saudariku, Akhlaqmu Permata Bagimu”, MUTIA kali ini sangat sayang jika dilewatkan.

Eittss.. tapi tenang saja, bagi ukhti yang kemarin belum berkesempatan untuk hadir, berikut ini kami berikan ulasannya. Let’s check this out!

Di tengah cuaca yang cukup teduh siang itu, sekitar pukul 12.00 WIB, MUTIA hadir dipandu oleh MC kita, ukhtina Rabiah Al-Adawiyah dari PMNR 2011. MUTIA kali ini menjadi semakin menarik karena menghadirkan seorang pembicara yang sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu Kak Annisa Rachma Syam atau yang kerap disapa Kak Nisa. Beliau adalah salah seorang muslimah aktif dan tangguh jebolan Fakultas Bahasa dan Sastra UNJ.

Mengawali kajian MUTIA, Kak Nisa sedikit mengomentari tema kali ini. Tema yang menarik. Tapi rupanya Kak Nisa punya pendapat sendiri tentang akhlaq muslimah. Kak Nisa pun sedikit bercerita tentang motto hidup beliau. Motto hidup beliau adalah “Jadilah Matahari”. Beliau berpendapat bahwa akhlaq seorang muslimah alangkah lebih indah jika tidak hanya berkilau seperti permata, tapi juga bisa bercahaya seperti matahari. Mengapa demikian? Karena matahari akan terus bercahaya bahkan ketika malam, cahayanya tetap terpancar melalui pantulannya di permukaan bulan. MasyaAllah, sebuah analogi yang amat menawan bukan? Meski agak berbeda pendapat tentang analogi akhlaq seorang muslimah, tapi intinya tetap sama, seorang muslimah harus memiliki akhlaq yang menawan dan mampu memancarkan kebaikan kepada sekelilingnya. Subhanallah..

Ya, akhlaq mulia merupakan unsur yang amat penting dalam diri setiap muslimah. Akhlaq merupakan tindakan tanpa rekayasa yang mencerminkan bagaimana watak seseorang sesungguhnya. Akhlaq yang buruk dapat diubah ketika kita mau bermuhasabah diri.

Pada MUTIA kali ini Kak Nisa mengulas “Sepuluh Akhlaq Muslimah”, kesepuluh akhlaq itu antara lain adalah:

 

  1. Tidak menyakiti orang lain.
  2. Menyingkirkan benda menyakitkan dari jalan.
  3. Malu.
  4. Santun berbicara.
  5. Jangan berbohong.
  6. Tinggalkan perdebatan.
  7. Jangan pelit.
  8. Tepiskan rasa dengki.
  9. Dilarang iri/hasud.
  10. Pantang terpedaya.

 

 

Berikut uraian singkat dari kesepuluh poin di atas:

1. Tidak menyakiti orang lain.

Seorang muslimah yang baik tentunya akan menghindarkan orang lain dari keburukan yang diperbuat oleh tangan dan lidahnya. Artinya, seorang muslimah yang baik tidak akan menyakiti orang lain baik secara verbal maupun fisik. Tentang pentingnya untuk tidak menyakiti orang lain juga dituangkan di dalam firman Allah, Q.S. Al-Ahzab: 58.

2. Menyingkirkan benda menyakitkan dari jalan.

“Iman itu ada tujuh puluh sekian atau enam pulih sekian cabang. Yang paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallaah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan benda dari jalanan dan malu termasuk cabang keimanan.”  (H.R.Muslim dari Abu Hurairah r.a.)

3. Malu.

Malu adalah perhiasan wanita yang paling indah. Malu menghindarkan kita dari perbuatan maksiat. Kewajiban muslimah dalam rasa malu ada empat:

• Menahan pandangan

• Berpakaian menutup aurat

• Berbicara tidak centil dan manja

• Pergaulan tidak berdesakan dengan lelaki

 

4. Santun berbicara.

Kesantunan berbicara dimanifestasikan dalam tiga hal :

• Berbicara dengan  volume sesuai yang dibutuhkan

• Memperhatikan pembicaraan lawan bicara

• Tidak memotong pembicaraan

 

5. Jangan berbohong

“Tidak beriman seorang hamba dengan keimanan yang sepenuhnya sampai ia meninggalkan bohong meski dalam bercanda dan meninggalkan perdebatan meskipun dalam posisi benar” (H.R. Ahmad dari Abu Hurairah r.a. )

Kebohongan mengindikasikan kemunafikan dan orang yang munafik tempatnya adalah di neraka jahanam. Naudzubillah..

6. Tinggalkan perdebatan

Sebagai muslimah kita diharapkan dapat menghindarkan diri dari perdebatan karena debat dapat memunculkan fitnah, keraguan, menghapuskan amalan, mengeraskan hati, dan melahirkan dendam.

7. Jangan pelit

Predikat terburuk wanita adalah ketika dia dijuluki ‘pelit’.

8. Tepiskan rasa dengki

Manifestasi dari rasa dengki melahirkan banyak kezaliman lain diantaranya hasud.

9. Dilarang Iri/Hasud

Hasud adalah reaksi jiwa dan penyakit hati yang menganggap nikmat Allah yang diterima seseorang terlalu banyak untuknya sembari mengangan-angankan raibnya kenikmatan tersebut dari mereka.

10. Pantang terperdaya/ ghurur

Terpedaya yang dimaksud disini adalah tertipu oleh angan kehidupan dunia, tertipu oleh janji setan, dan tertipu oleh angan ampunan Allah. Manifestasi dari ghurur ini salah satunya adalah meremehkan amalan ringan.

 

Usai Kak Nisa memaparkan kesepuluh poin akhlaq muslimah di atas, agenda pun beranjak ke sesi tanya jawab.

Ada dua orang muslimah yang mengajukan pertanyaan. Penanya pertama bertanya terkait bagaimana cara kita sebagai muslimah untuk bisa memiliki kesepuluh akhlaq tersebut dengan ideal? Dan bagaimana cara kita menyikapi jika suatu ketika diri ini pernah bertindak salah dan menyimpang dari akhlaq yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslimah? Pertanyaan orang kedua lebih kurang terkait tentang perdebatan, bagaimanakah kita harus menyikapinya?

Kak Nisa pun mencoba menjawab satu persatu pertanyaan. Menurut beliau, untuk memiliki akhlaq yang sempurna dan ideal itu tidak mungkin karena sebaik-baik manusia yang memiliki akhlaq paling sempurna adalah Nabi Muhammad SAW. Manusia biasa pasti akan selalu ada kekurangan. Oleh sebab itu kita diminta untuk terus memperbaiki diri, dengan cara memperbanyak dzikir dan istigfar. Seperti halnya Umar bin Khattab yang meng-iqob diri nya sendiri setelah melakukan kesalahan yang amat besar, yakni ketika beliau mengubur hidup-hidup putrinya. Sedangkan terkait perdebatan, Kak Nisa mengungkapkan bahwa sebaiknya ketika kita hendak memaparkan suatu pendapat, sertakanlah pula dengan argumentasi atau bukti yang mendukung.

Subhanallah.. Dari kajian yang dibawakan oleh Kak Nisa pada MUTIA kali ini, insyaAllah semakin bertambah ilmu kita tentang bagaimana menjadi muslimah yang berakhlaq mulia. Mengakhiri kajian, Kak Nisa pun berpesan kepada muslimah yang hadir untuk terus memperbaiki diri dan tak lupa untuk memperbanyak membaca buku. (Jangan lupa sebentar lagi ada IBF.. Siap2 hunting buku nihh.. Tapi jangan cuma dibeli saja ya ukhti, harus juga dibaca supaya terserap ilmunya..  ^^)

Oiaa,, FYI, di penghujung MUTIA, ada perkenalan BPH akhwat MUA masa jihad 1435-1436 H lhoo.. Di sini mereka memperkenalkan diri dan juga mengajak muslimah kampus B untuk bergabung di kepengurusan MUA periode kali ini. (Bagi yang belum sempat isi oprec, jangan khawatir karena akan segera dibuka Oprec MUA Season 2.. Nantikan yaa.. ^^)

Ok, That’s all from the team.. gimana ulasan agenda MUTIA pekan ini..? Seru dan penuh ilmu kan?? Nah, mulai sekarang kita agendakan yuk untuk hadir di MUTIA dan jangan lupa untuk berdo’a semoga Allah mudahkan kaki-kaki kita melangkah menuju majelis ilmu-Nya.. Aamiin.. ^^

-Muhani Karinta-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: