Leave a comment

MUTIA Edisi #hijabworldday


Pembicara : Ibu Hartini Nara

Waktu          : Jum’at, 7 Februari 2014

MUTIA 2014

Hijabku, Bukti Perjuangan dan Cintaku Pada-Nya

Kenapa jilbab menjadi penting dan menjadi manivestasi cinta kita pada Allah SWT??

Berikut akan kita ulas…

Saat ini, masih banyak muslimah yang masih ragu untuk mengenakan jilbab. Sering kita dengar selentingan-selentingan teman-teman kita yang belum mengenakan jilbab berkata “ah kan yang penting hatinya dulu yang dijilbabkan” atau “nanti saja deh, belum dapat hidayah” atau “aku belum siap, masih pakai baju yang pendek-pendek” Bagaimana cara menghadapi teman-teman kita yang seperti itu? Bercerita tentang awal turunnya ayat perintah untuk berhijab, pada masa itu memang tak ada yang siap. Namun, karena hal itu merupakan perintah Allah yang memang harus dilakukan, maka wanita-wanita pada masa itu serta-merta menggunakan apa saja untuk digunakan sebagai jilbab, mereka mengambil kain-kain gorden untuk kemudian digunakan untuk menutupi kepala mereka. Sebegitu taat dan tunduknya kepada perintah berjilbab ini. Tak ada alasan lagi untuk tidak mengenakan jilbab, karena tak ada yang menjamin apakah nanti atau besok kita masih hidup dan berkesempatan untuk menutup aurat kita. Karena dengan berjilbab, pelan-pelan kita turut memperbaiki diri dan akhlak kita.

Jilbab Itu Adalah Identitas.

Zaman ibu Nara sekolah SMA, hanya satu siswi yang menggunakan jilbab itupun siswi yang tomboy, tidak lama satu siswi lagi menggunakan jilbab dan hal itulah yang membuat ibu Nara termotivasi dan akhirnya menggunakan jilbab. Saat itu, sebenarnya kondisinya tidak memungkinkan untuk berjilbab, pun dalam lingkungan keluarga, menggunakan jilbab disebut ekstrim. Namun dengan keyakinan bahwa itu merupakan perintah Allah dan sebagai bentuk rasa cintanya kepada Allah, akhirnya Ibu Nara meneguhkan hati untuk berjilbab.

“Jilbab bukanlah budaya arab, tetapi adalah perintah Allah langsung untuk setiap muslimah

Allah telah memberikan berbagai nikmat pada kita yang turut mendukung kita untuk berjilbab, yaitu nikmat Islam, nikmat Iman, nikmat bernafas, nikmat memiliki anggota tubuh yang lengkap. Karena itu bersyukurlah untuk setiap anugerah yang Allah berikan, karena Allah berjanji, barang siapa yang mensyukuri nimatKu maka akan Aku tambahkan, tapi barangsiapa yang kufur akan nikmatKu maka tunggulah azabKu sangat pedih.

Berjilbab adalah suatu kewajiban untuk setiap muslimah yang sudah baligh. Ulurkanlah jilbabmu keseluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Karena jilbab merupakan bukti perjuangan kita, bukti cinta kita, bukti sami’na wa atho’na kita kepada Allah SWT.

Dengan berjilbab maka kita berjuang menundukkan hawa nafsu, dengan berjilbab kita berjuang dalam menjaga diri. Jangan Jadikan jilbab sebagai penghalang kita untuk melakukan banyak hal, jangan nodai jilbabmu dengan perilaku dan prestasi yang kurang baik, misalnya berjilbab menjadi alasan kita datang ngaret, malas mengerjakan tugas, dan alasan-alasan lainnya. Karena kita adalah agen, justru sebaliknya dengan berjilbab kita datang on time, dengan berjilbab kita lebih awal mengumpulkan tugas, dengan berjilbab kita dapat berbicara dan berdiskusi dengan baik di kelas, dengan berjilbab kita punya prestasi-prestasi yang baik.

So, Jagalah jilbabmu dengan perilaku dan prestasi yang luar biasa

_Galuh Ayu Rengganis_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: