Leave a comment

#MUAMenginspirasi #6


Bismillahirrohmanirrohim..

SEPENGGAL CATATAN HATI

Akankah ?

Masih jelas teringat..  Ketika itu bulan Januari.. pada masa liburan semester ganjil, di suatu malam satu tahun yang lalu, saya menerima pesan singkat dari seorang kakak (baca: Ka Dinda.. hehe ^_^ beliau korwat MM di periode yang lalu). Isi pesan singkat itu kurang lebih menanyakan perihal kelanjutan saya di MUA. Akhirnya malam itu terjadilah obrolan hangat via sms dengan beliau. Di awal saya menjawab bahwa saya enggan untuk meneruskan pejuangan di MUA –sebelumnya saya staf departemen Manajeman Masjid (MM)–. Saya mengungkapkan berbagai alasan dan kekhawatiran saya kepada beliau. Namun, subhanallah, dengan bijaknya beliau memberikan nasihat yang membuka mata dan menyejukkan hati. Melalui diskusi itu, secara tersirat beliau ingin menjelaskan apa sebetulnya makna dan tujuan hidup ini. Dari sini saya pun tersadar dan akhirnya saya pun memutuskan untuk terus melanjutkan perjuangan di MUA. Alhamdulillah…

Setelah memutuskan untuk lanjut di MUA, mulailah saya dihadapkan dengan agenda ILQ (‘Idad Lil Qiyadi). Ka Dinda pun menanyakan apakah saya mau mengikuti agenda ini. Awalnya, saya enggan untuk mengikutinya, karena menurut ‘rumor’ yang beredar, agenda ini dikhususkan untuk yang akan menjadi kadept dan korwat. Meskipun masih belum jelas tentang kebenaran ‘rumor’ ini, saya langsung saja memutuskan untuk tidak mau ikut ILQ. Saya ungkapkan kepada ka Dinda bahwa saya masih mau bergabung menjadi punggawa MUA tapi cukup menjadi staf saja. Ka Dinda terus mencoba membujuk saya. Dibantu oleh Ka Nurdew dan Ka Pukhoi, beliau semua mencoba untuk meyakinkan saya tentang tujuan positif agenda ini. Mereka juga menjelaskan bahwa belum tentu saya yang akan menjadi korwat. Meski sempat berubah-ubah pikiran antara ikut ILQ atau tidak, akhirnya hati saya pun luluh dan mau mengikuti agenda ini. Subahanallah…  Allah Maha Membolak-balikkan hati manusia dan syari’atnya melalui beliau semua akhirnya saya mau mengikuti agenda ILQ ini. (hiks.. jadi rindu dengan mereka… :’) …)

***

Sudah memutuskan lanjut di MUA.. Juga sudah mau untuk mengikuti ILQ.. Selanjutnya apa ya?

That’s right, pastinya dilanjutkan dengan persiapan agenda ILQ nya..

Hari-hari menjelang agenda ILQ adalah bertepatan juga dengan masa pembayaran SPP kuliah dan pengisian kartu rencana studi (KRS). Sempat beberapa kali saya bolak-balik ke kampus untuk antre mengisi KRS melalui loket. Saat itu Ka Fitri Budi mengajak saya untuk bertemu di MUA. Terjadilah perbincangan dengan beliau. Di awal perbincangan beliau hanya menanyakan kabar dan perihal kelanjutan saya di MUA. Sampai pada akhirnya beliau secara langsung meminta saya untuk menjadi korwat MM. Langsung saja saya katakan bahwa saya merasa tidak pantas dan tidak siap. Tapi beliau mengungkapkan alasan kenapa saya diminta untuk mengemban amanah ini. Beliau juga meyakinkan bahwa dalam perjalanannya kelak, sayapun akan terus sambil belajar. Meski begitu saya tetap merasa tidak siap. Tapi beliau mengatakan, ini bukan pertanyaan yang harus dijawab ya atau tidak, tapi ini permintaan. Beliaupun akhirnya melontarkan sebuah pernyataan yang kurang lebih redaksinya seperti ini, “… sayang kalau kamu sebetulnya punya potensi tapi tidak coba untuk dimanfaatkan”. Beberapa saat saya terdiam… Hati saya terenyuh mendengar pernyataan beliau… Tiba-tiba diri ini tersadar… Dan akhirnya, tak lama saya pun mengambil keputusan. Bismillah, insyaAllah saya bersedia menerima amanah ini. Hanya karena-Mu, hanya untuk-Mu, bukan yang lain.. Mudahkan aku ya Rabb…

Awal Perjumpaan itu …

Setelah pertemuan dengan ka Fitri, ka Dinda rajin meng-sms saya dan ka Pukhoi untuk melakukan jaulah. Jaulah ini tidak lain terkait dengan tugas ILQ. Peserta ILQ diwajibkan untuk melakukan jaulah kepada kakak pengurus MUA yang terdahulu. Dari hasil jaulah itu peserta ILQ diharapkan dapat membuat analisis SWOT dan menyusun grand design sesuai dengan bidang nya masing-masing.

Kamis, 7 Februari 2013, kelompok departemen MM melakukan jaulah ke Kak Siti Hadiyanti a.k.a Ka CT (PBR 2008). Hari itu saya masih sibuk mengurus pengisian KRS di loket. Sekitar jam 10-an Ka Dinda sudah setia menunggu saya di depan gedung FMIPA. Beliau khusus datang untuk menemani saya jaulah dengan Ka CT. Awalnya kami hendak jaulah bertiga dengan Ka Pukhoi juga, tapi ternyata beliau berhalangan hadir.

Momen jaulah ini adalah momen yang tak terlupakan untuk saya. Bagaimana tidak? Ternyata Ka CT yang dimaksud adalah ka siti, kaka kelas saya sewaktu di SMA dulu. Memang sewaktu SMA dulu saya tidak begitu mengenal beliau. Teman dekat sayalah yang sangat akrab dengan beliau, karena mereka sama-sama anak rohis. Saya tidak menyangka kalau beliau adalah korwat MM di kepengurusan MUA periode 2009-2010. Akhirnya, alih-alih berbincang tentang MUA, kami justru berbincang tentang kawan-kawan di SMA dulu. Sejenak kami mengenang masa lalu, ketika masih berseragam putih abu-abu dulu. Ka Dinda yang menemani saya pun hanya diam saja mendengar obrolan kami karena tidak mengerti apa-apa.  (Hehe.. maaf ya Ka Dinda.. v^.^).

Puas bernostalgia, perbincangan kami pun akhirnya mulai mengarah tentang MUA. Ka CT awalnya bertanya tentang apa alasan saya bergabung menjadi pengurus MUA dan mengapa dulu saya memilih MM. Mulailah  saya bercerita…

Ketika itu tahun 2010, sekitar akhir bulan Juli, saya mengikuti ujian mandiri UNJ. Saat itu ujian pertama telah usai dan sudah masuk waktu zuhur. Di tengah panasnya cuaca siang itu, bersama Ibu, saya mencari mushola untuk segera menunaikan sholat. Alhamdulillah, akhirnya kami menemukan sebuah masjid. Waktu itu saya tidak tahu apa nama masjidnya –belakangan, di tahun 2011, saya baru tahu kalau nama masjid ini adalah Masjid Ulul Albaab-. Setelah menemukan masjid ini, kami pun bergegas mengambil air wudhu dan kemudian sholat. Selepas menunaikan sholat saya sempat mengamati beberapa sudut MUA. Waktu itu sebetulnya kondisi fisik MUA masih cukup baik karena memang ternyata saat itu bangunan fisik MUA baru saja direlokasi. Tapi sayangnya di beberapa sudut MUA terlihat kotor seperti tidak ada yang membersihkan.

Kira-kira seperti itulah pertemuan pertama saya dengan MUA. Sepulang dari mengikuti ujian di UNJ, saya sama sekali tidak memikirkan tentang MUA. Berpikir akan bertemu lagi pun tidak. Dan setelah itu pun saya tidak jadi masuk menjadi mahasiswi UNJ. Sampai akhirnya di tahun 2011, Allah menakdirkan saya untuk berjumpa lagi dengan MUA. Bukan sekadar berjumpa, bahkan kami berkenalan, dan sekarang telah menjadi sangat akrab. :”)

Meski saya tidak menyangka akan berjumpa lagi dengan MUA, akan tetapi mungkin perjumpaan awal di tahun 2010 itu sedikit banyak mempengaruhi keputusan saya untuk ikut bergabung di MUA dan akhirnya memilih departemen MM.

MUA.. Aku Kembali.. (:

Kala itu, ketika saya akan ‘segera’ resmi menjadi seorang mahasiswi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Jakarta, saya harus melalui salah satu alur kegiatan menjelang MPA, yaitu interview. Interview yang dimaksud di sini adalah kegiatan mengunjungi stand-stand organisasi kemahasiswaan yang ada di kampus serta berkenalan dengan para pengurusnya.

Dulu ketika di SMA, saya sangat ingin sekali mengikuti ekstrakurikuler rohis. Namun sayang, saat itu saya telah disibukkan dengan ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) –dan kalau tidak salah jadwalnya betrok, yaitu sama-sama di hari Jum’at ba’da zhuhur-, akhirnya saya pun tidak jadi bergabung. Oleh sebab itu, dari awal ketika mau menduduki bangku kuliah, saya sudah berniat untuk bergabung di rohis nya kampus. Tapi saat itu saya belum terlalu paham mengenai LDF ataupun LDK. Belakangan saya baru tahu kalau rohisnya kampus itu ya LDF dan LDK. Nah, MUA adalah salah satunya. Saat berkunjung ke stand MUA, saya langsung jatuh hati. Saya jatuh hati dengan keramahan kakak-kakak yang menjaga stand MUA dan tentunya saya jatuh hati kepada masjidnya. Masjid yang dulu saat pertama kali bertemu tidak pernah menyangka bahwa saya akan sering beraktivitas di dalamnya. (Jadi terharu kalau mengenang masa itu…:’)

Alhamdulillah… Allah pun Memudahkan niat saya ini. Meski saya tidak aktif saat dulu masuk bangku kuliah, namun Allah selalu Memberikan petunjuknya dan Memudahkan urusan saya. Allah selalu Membimbing saya ke suatu momen di mana saya dapat sering ‘berinteraksi’ dengan MUA. Sampai suatu ketika dibuka Oprec Pengurus MUA periode 2012-2013, saya bersama seorang teman saya, Septi, tak ketinggalan untuk mengisinya. Dalam hati sebetulnya bingung ingin memilih departemen apa, bingung antara biro kestari ataukah departemen MM. Saya tertarik dengan kestari karena saya menyukai aktivitas yang berhubungan dengan kearsipan dan tulis menulis, sedangkan saya ‘melirik’ MM karena prihatin dengan kondisi MUA ketika awal ‘berjumpa’ dulu. Emm.. Tapi akhirnya, karena saat itu pun sebetulnya kami masih awam, akhirnya kami memutuskan untuk memilih departemen MM, yang kami anggap jobdesc-nya paling sederhana. (Hehe.. belakangan baru sadar ternyata tidak sederhana.. ^.^).

Bismillah.. Perjuangan Ku di MUA segera dimulai (lagi)..

Setelah agenda jaulah ke Ka CT usai, masyaAllah… tiba-tiba saja ghiroh untuk berjuang di MUA semakin membara. Saya semakin mantap untuk menapaki jalan ini. Jalan dakwah ini. Saya juga semakin bersemangat untuk membuat analisis SWOT dan menyusun grand design yang akan dibahas pada agenda ILQ nantinya..

Sembilan hari setelah agenda jaulah dilaksanakan. Tibalah saatnya untuk menghadapi agenda ILQ. Saat itu sebetulnya saya tidak paham betul mengenai kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan di agenda ILQ ini. Agak canggung rasanya, tapi saya terus mencoba untuk membiasakan diri.

***

Selain kumpul departemen dan presentasi, di agenda ILQ ini juga diberikan taujih-taujih yang insyaAllah menambah keyakinan saya. Subhanallah, agenda ini merupakan pengalaman baru yang amat berharga bagi saya. Saya merasa sedih dan menyesal begitu sadar bahwa diri ini kurang berkontribusi ketika menjadi staf MM dulu.

Selanjutnya, tiba juga saat nya untuk kumpul dan presentasi dari tiap-tiap kelompok departemen. Waktu itu dari akhwatnya hanya saya seorang dan didampingi oleh Ka Astrid, sedangkan dari ikhwannya ada akh Febi –beliaulah yang selanjutnya menjadi Kadept MM-. Pada kesempatan itu kami berdiskusi banyak hal terkait MM. Dari diskusi ini kami menemukan banyak ide untuk MM ke depannya. Sayangnya pada kesempatan ini Ka Dinda tidak dapat hadir karena sedang kurang sehat. :’)

Selepas mengikuti agenda ILQ, ada satu agenda penting lagi yang akan saya hadapi, yaitu Musyawarah Kerja (Muker). Tapi sebelumnya ada satu event penting lainnya, yaitu “Meet ‘n Greet Punggawa MUA 2013”. Ketika itu oprec punggawa MUA sendiri tengah dibuka. Beberapa adik yang tertarik untuk menjadi Pejuang MM pun ada yang mulai menghubungi saya. Sungguh senang hati ini merasakan antusiasme mereka. Tak sabar rasanya untuk berkumpul dengan mereka di agenda “Meet ‘n Greet Punggawa MUA 2013” nantinya. Dan alhamdulillah akhirnya saat itu pun tiba. Di acara ini pun berkenalan dan berbincang banyak tentang MM dan MUA. Sungguh senang memperoleh keluarga baru, keluarga Pejuang MM 2013. :’)

Setelah agenda “Meet ‘n Greet Punggawa MUA 2013” dilangsungkan, kami sebagai Pejuang MM harus mempersiapkan diri untuk agenda besar yang telah saya sebutkan sebelumnya, yaitu Musyawarah Kerja (Muker) Punggawa MUA Periode 2013-2014/ 1434 H. Sebelum agenda H-nya, terlebih dahulu kami ditugaskan untuk melakukan jaulah kepada pejuang MM terdahulu. Kali ini kami berkesempatan untuk jaulah ke Kak Haren Laksono –Kadept MM dua tahun yang lalu–  dan Kak Dinda. Dari hasil  jaulah itu kami diminta untuk menyusun Program Kebaikan (Prokeb) yang akan kami sampaikan dan bahas pada agenda Muker nantinya.

Subhananllah,, seluruh rangkaian agenda mulai dari ILQ, “Meet ‘n Greet Punggawa MUA”, serta yang terkhir Muker, kesemuanya itu merupakan pengalaman baru yang sangat berharga untuk saya. Bagaimana tidak, saya yang awalnya tidak mengerti tentang kegiatan yang berhubungan dengan ‘ke-rohis-an’ dan biasanya hanya melihat atau mendengar ceritanya saja dari teman, sekarang telah mengalaminya sendiri. Semua agenda tersebut juga perlahan membuka pemahaman saya tentang arti penting melakukan dakwah. MasyaAllah, sungguh amat besar karunia-Nya.

“BPH MUA Kece.. You took my heart away..”  :’)

Yapp.. BPH MUA Kece, itulah keluarga baru saya satu lagi.. Keluarga yang diisi pribadi-pribadi unik di dalamnya. Dengan karakter yang berbeda-beda, kami berusaha saling melengkapi..

Selasa, 26  Februari 2013, itulah awal kami berkumpul..Berkumpul pada agenda ‘SyuPer’ (baca: Syuro Perdana) BPH MUA 2013 di MLC..  Awal di mana kami saling memperkenalkan diri.. Awal di mana kami menyatukan visi dan misi kami..

Meski kelak banyak lika-liku yang kami hadapi.. serta ada kalanya ghiroh perjuangan ini rasanya menurun.. Tapi mungkin semuanya itu adalah cara Allah untuk mengeratkan ukhuwah ini.. ukhuwah yang semakin tersimpul padu..

Dan memang betul.. Lambat laun kami saling memahami dan menyemangati, saling mendukung dan menasihati.. Hingga akhirnya tak rela rasanya untuk mengakhiri kepengurusan ini.. Tak rela berpisah dengan BPH MUA Kece.. :”)

Tapi memang sudah takdir-Nya, ada perjumpaan pasti juga ada perpisahan..

Di penghujung kepengurusan.. Pada hari Sabtu, tanggal 4 Januari 2013, di rumah salah seorang BPH (baca: akh ali). Kami tutup kebersamaan kami dengan agenda FamDay 2 BPH.. Sebuah momen yang penuh dengan keceriaan dan canda tawa di sana sini.. Sebuah momen di mana sepucuk surat semangat menjadi ‘sovenir’ nya.. (Hiks.. Smakin ngga rela.. :’)

Meski sedih karena kebersamaan dengan BPH MUA Kece harus berakhir, tapi saya amat bahagia karena Allah telah memberikan saya kesempatan untuk dapat bertemu dan berada di tengah-tengah orang shalih dan shalihah ini.. amat bersyukur dapat belajar banyak dari mereka semua.. dapat menjadi bagian dari dakwah ini.. Suatu perjalanan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya..

Akhirnya..

Alhamdulillahirobbil’aalamiin..

Di MUA saya belajar banyak hal.. saya belajar untuk lebih mengenal-Nya.. saya belajar tentang arti cinta dan kasih sayang..

Jazakumullah Khoiron Katsiron ..

MUA.. Pejuang MM.. BPH MUA Kece.. All Punggawa MUA… serta tak lupa kakak-kakak punggawa MUA terdahulu.. Ka Dinda, Ka Fitri, Ka Nurdew, Ka Pukhoi, Ka CT dan yang lainnya.. atas semuanya.. atas pengalaman ini.. atas tarbiyah ini..

‘Afwan jiddan atas setiap kesalahan, tutur kata yang tidak terjaga, hati yang kadang berburuk sangka, canda yang berlebihan, dan segala khilaf lainnya yang pernah diri ini lakukan.. :’)

Semoga kelak kita dapat berkumpul di syurga-Nya.. Aamiin..

#TetapSemangatBerjuangDiJalanAllah

#SemangatMeraihCinta-Nya

#TerusPerbaikiDiriLakukanYangTerbaik

#MUAkuMUAmuMUAkitaSeMUA

#ApapunKataMerekaKamiTetapCintaMUA

#CintaMUAKarenaALLAH

Rawamangun, 22 Januari  2014

–Muhani Karinta–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: