Leave a comment

Indahnya Memaafkan orang lain


Bayangkan Anda sedang menghadiri suatu pesta. Semua orang tampil dengan pakaian terbaik. Makanan yang dihidangkanpun nampak lezat dan mengundang selera. Saat Anda mengantri untuk mengambil makanan. Tiba-tiba seseorang yang sangat Anda percaya berbisik di telinga Anda, “Hati-hati, banyak makanan yang tak halal disini, ada beberapa yang beracun!”

Besar kemungkinan Anda akan mengurungkan niat untuk mengambil makanan. Tentu kita tidak mau makan sembarangan. Kita sangat peduli dengan kesehatan diri kita. Namun, anehnya kita sering -bahkan dengan sengaja- memasukkan “makanan-makanan beracun” ke dalam pikiran kita. Kita tidak sadar bahwa inilah sumber penderitaan kita. Salah satu makanan yang paling berbahaya tersebut bernama: ketidakmauan kita untuk memaafkan orang lain!

Ketidakmuan memaafkan adalah penyakit berbahaya yang menggerogoti kebahagiaan kita. Kita sering menyimpan amarah. lebih parah lagi, kita memendam kemarahan ini berhari-hari, bertahun-tahun. Banyak sekali kejadian yang dapat memancing emosi kita. Pengendara motor yang memaki kita, mobil yang menyalib dan hampir membuat kita celaka, teman yang membohongi kita atau mengejek dan meremehkan kita. Kita mungkin berpikir bahwa orang-orang yang pantas kita benci. Tapi kita lupa bahwa kebencian yang kita simpan hanyalah merugikan diri kita sendiri.

“Penelitian menunjukan ketidakrelaan memaafkan orang lain memiliki dampak hebat terhadap tubuh kita: menciptakan ketegangan, mempengaruhi sirkulasi darah dan sistem kekebalan, meningkatkan tekanan jantung, otak dan stiap organ dalam tubuh kita. Kemarahan yang terpendam menyebabkan berbagai penyakit seperti pusing, sakit punggung, leher, dan perut, depresi, kurang energi, cemas, tak bisa tidur, ketakutan, dan tidak bahagia.”

Untuk mencapai kebahagian, kita perlu mengubah cara pandang kita. Sumber kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri, bukan di luar. Karena itu jangan terlalu memusingkan perilaku orang lain. Sebaliknya, belajarlah memaafkan. Mempraktekkan konsep memaafkan akan membuat hidup lebih ringan.

Untuk mencapai kebahagiaan, berikanlah maaf kepada orang lain. Hentikan kebiasaan menyalahkan orang lain. ingatlah, kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Hanya Allah-lah yang Maha Suci dan Maha Sempurna.

(disarikan dari “Life is Beautiful” karya Arvan Pradiansyah)

Gambar

Mari kita saling memaafkan agar memperoleh bahagia dan dapat menjaga ukhuwah kita ^_^ 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: