Leave a comment

Identitas Tanpa Ruh


Jakarta, 21 April 2011

Oleh : Marjuki Zulziar

aku, engkau, dan kita punya cita-cita,
bermimpi dalam gelap dan berharap dalam kelap tentang harapan
harapan akan kejayaan negeri, dan kejayaan untuk bangunan Islam

aku, engkau, dan kita punya cerita,
cerita dakwah yang mengajarkan pengorbanan dan ikhlas
bercerita hiruk pikuk heroisme dan terjalnya jalan ini.

identitas aku, engkau dan kita sama,
sama-sama berlebel “aktivis dakwah”
menerjang karang dan bukit yang tak mudah kita daki.

kini aku, engkau dan kita punya kerja besar yang tak hanya mengatur Organisasi atau sebuah program
kini aku, engkau dan kita punya tugas mengatur hati, tak hanya milik diri pribadi tapi juga orang lain.
tak sadarkah berapa lama kita menyeru dan mengajak tapi tak ada ikatan hati yang tulus

ukhuwah kita kini terasa Hambar, dan objek dakwah kita tak melihat ketawadhuan dari sang penyeru tapi malah seperti monster yang menakutkan. kesejukan tutur, kesahajaan, dan bahasa kata yang manis keluar hanya sebatas orientasi dari orientasi KETENARAN, PENGHARAPAN, dan ORKESTRA sandiwara bernama Kecintaan kita pada dunia

ruh-ruh seperti Fudail bin Iyadh kini telah hilang, betapa kita tau saat sahabat futur dan lemah wajah Fudail bin Iyadh yang menentramkan membuat mereka semangat padahal fudail bin iyadh tak berkata apalagi memberi.

sosok-sosok ketakutan dan kewara’an dari abdurahman al-miski tentang khalwat dan ghodul bashor kini jarang tampak di kalangan aktivis dakwah…berlama-lama cerita dalam ruangan, embel-embel diskusi, dan berdalih agar lebih erat ukhuwahnya….Apa Kemudian Ukhuwah di Ukur dari Berkhalwat?

Juga semangat pada genenerasi sahabat yang berlomba mengkhatamkan Al-Quran dalam seminggu dan tak lebih dari sebulan juga mulai memudar, mereka berdalih sibuk mengurusi dakwah, tp melupakan tilawah..kemana materi tentang ma’rifatul quran kita?

tak lagi kita lihat masjid jadi rumah cinta tempat berdua dengan Allah sholat dan berdoa dengan Khusyu menjadi kebiasaan sang penyeru,
justru sekarang kita melihat Doa dan dzikir setelah sholat amat bagitu langka dan yang terlihat malah kesibukan sang aktivis membuka HP setelah sholat.

Sahabatku..
ummat ini menantikan teladan dan Ruh-Ruh penggugah jiwa yang ikhlas, karena kita menyeru pada hati, maka segeralah kita kembali pada SANG PEMILIK HATI yaitu ALLAH SWT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: