Leave a comment

SEPOTONG EPISODE TENTANG DAKWAH INI


Oleh : Marjuki Zulziar

 

Terbawalah kini kami pada sebuah penguhujung, pada batas-batas dimana orang lain akan menilai amal dan kerja-kerja yang telah kami lakukan, kemudian terperangah dalam sebuah lembaran kecil ini, lembaran catatan perjalan panjang penuh inspirasi selama satu tahun berdakwah di Kampus B UNJ.

Allah, Engkau begitu tahu tentang perjalan dakwah ini, Engkau yang memberikan kesempatan pada kami mengenal-Mu dengan amanah ini, Ujian ini, dan perjalan dakwah satu tahun di kampus tercinta ini, Juga Engkau telah menyaksikan atas amal-amal kami selama ini, melihat keikhlasan kami, juga usaha-usaha kami. Maka ya Allah, himpun kami dalam dekapan cinta pada-Mu dan juga golongkan kami sebagai orang-orang yang pandai bersyukur.

Sulit rasanya menuliskan rangkaian kisah ini, karena begitu banyak uraian dan kisah yang selalu saja mewarnai perjalan dakwah ini. Mulai dari Mengenal orang-orang hebat di MUA, sahabat dakwah yang penuh inspirasi dan mereka yang penuh dedikasi tinggi untuk menjadikan MUA menjadi lebih Baik, rasanya tak akan hilang dari ingatan ini, saat-saat kami merasakan keceriaan syuro diselingi tawa kecil yang membuat kami semakin akrab. Kadang emosi tak tertahan juga menyelingi perdebatan-perdebatan kecil yang memebuat kepala sedikit mengerut, tapi sesungguhnya itu karena kecintaannya pada dakwah ,Kecintaan akan sebuah kejayaan dan senyuman yang akan di taburkan dari dakwah yang akan di lakukan di FMIPA dan FIK.

Saat keletihan datang menghantui, karena kesibukan kuliah kami, kesibukan akan diri pribadi, juga masalah keluarga yang belum kelar, membuat kami merasakan betapa letihnya kami bedakwah, sesekali banyak saja yang mengeluh tantang betapa sulitnya dakwah ini, hingga futur menghantui dan tak jarang mereka meminta untuk berhenti sejenak atau mengundurkan diri dari dakwah ini. Namun itu menjadi penghias dalam perjalanan kami juga pelajaran untuk memahami betul bahwa jalan ini tak bertaburan bunga, tapi justru bertaburan duri.

Dari tawa riang di tengah kebingungan, juga tergambar di wajah-wajah kami, karena dari agenda-agenda yang kami laksanakan kadang kekurangan dana, kekurangan peserta dan lain hal yang bisa mengahalangi agenda dakwah kami, karena seringnya kami menemukan hal seperti itu, maka kami jadi terbiasa menjalaninya. Itulah Allah, yang meberikan keyakinan pada langkah-langkah ini hingga kami tetap istiqomah sampai di akhir kepengurusan ini.

Cita-cita besar akan perubahan MUA yang labih baik tidaklah terukur dalam kurun waktu satu tahun ini, karena bangunan dakwah ini memerlukan waktu yang begitu panjang, dan perlu ada penerus sejarah yang menorehkan kisah tantang cita-cita besar yaitu kejayaan islam.

Sykron akhie. Wa ukhtie sahabat dakwahku yang selama ini mempercayakan diri ini sebagai Mas’ul di kepengurusan 2010-2011 atau 1431-1432 H. tak pernah akan bisa kami membalas apa yanh telah kita bangun bersama selama setahun ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: