4 Comments

Aku Rindu Suasana Itu…


Aku rindu suasana, dimana impian seakan menjadi kenyataan

Aku rindu ..
Tausyiah dari ikhwah pegiat dakwah
Tausyiah penawar hati yang lelah, lemah, tak berdaya

Aku rindu suasana..
Ketika disela kesibukan aktivitas dakwah di selipi interupsi,
Interupsi untuk bersama shalat jamaah
Dimana ukhuwah bersemi sebagai buahnya

Aku rindu suasana..
Ketika berkumpul kemudian harus berpisah kembali untuk berdakwah,
Bertebaran di muka bumi mengamalkan ayat 10 QS. Al-Jumah

Aku rindu suasana..
Ketika syuro diawali bacaan basmalah
Sesi awal untuk tilawah dan tausyiah

Aku rindu susasana..
Ketika senyum ramah tetap menyapa,
Meski ide dan gagasan kita berbeda

Aku rindu suasana..
Ketika sunduq-infak sebagai kabar gembira
Untuk menyisihkan sebagian harta di jalan dakwah

Aku rindu suasana..
Ketika lantunan “Ayyuhal Ikhwah, Antum Ar Ruhul jadiid.. Fii jasadil Ummah”
Sebagai lagu penggugah hamaasa bagi siapa saja
Yang mengaku dirinya kader dakwah

Aku rindu suasana..
Ketika menuntut ilmu itu menjadi tradisi-budaya,
Membaca sebagai agenda utama
Karena itu yang harus ada sebelum amal kita

Aku rindu suasana..
Ketika jundi-jundi dakwah itu tunduk, patuh
Tsiqoh penuh pada arahan dan tausyiah qiyadah,
Karena tsiqoh bukan berarti ‘membunuh’ gagasan kreatif jundinya

Sebagaimana Rasul SAW yang disanggah pendapatnya oleh Salman
Dalam perang Khondaqnya,
Tapi tidak mengurangi ketsiqohan. Sama sekali tidak!..
Sami’na Wa Atho’na

Aku rindu suasana..
Ketika zaman lalu telah berlalu dan tergantikan dengan zaman yang baru,
Lengkap dengan kader baru, ruh baru, semangat pembaharu

Aku rindu suasana..
Ketika jargon: Mati satu tumbuh seribu, itu berlaku
Tapi, subhanallah..Tidak bagi Rasul SAW.

Justru lebih dari itu
Dari satu ..Tumbuh seratus ribu sahabat sepeninggalnya,
1/3 penduduk dunia atau 1,5 milyar manusia termasuk kita

Aku rindu suasana..
Ketika salam menyapa saat berjumpa
Senyum ramah, tidak lupa cium pipi kanan-pipi kiri
Atau saling merangkul sebagai simbol ukhuwah

Aku rindu suasana..
Ketika hasil syuro disadari sebagai komitmen bersama untuk dijalankan
Lengkap dengan segala konsekuensinya

Aku rindu suasana..
Ketika saran-tausyiah bukan sekedar rethorika
Bukan lips service belaka, karena kita tidak menjalankannya

Aku rindu suasana..
Ketika sabar adalah obat mujarab
Bagi siapa yang sedang kesal lagi marah

Aku rindu suasana..
Ketika ihklas sebagai sandaran utama dalam amal nyata

Aku rindu suasana..
Ketika akhwat tegas menegur ikhwan yang tidak menundukkan pandangannya

Aku rindu suasana..
Ketika cinta sejati itu hanya milik ALLAH semata.

Tak ada cinta-cinta palsu yang berserakan tak tentu arah, murah!
Ya.. tak tentu arah, karena cinta sejati hanyalah milik ALLAH,
Maka Berlindunglah pada-Nya dari cinta palsu

Aku rindu suasana..
Ketika ikhwan ‘benci’ akhwat yang masih bertebaran
Menerobos batas toleransi jam malam

Aku rindu suasana..
Ketika telephon, SMS hanya teralokasikan untuk tema-tema dakwah,
Tema yang mengusung misi mulia,
Bukan tema-tema ‘liar’ yang tak menghadirkan pahala dan berkah
Aku rindu suasana..
Ketika jarkom berjalan semestinya
Dan tidak saling mencela jika ada miss didalamnya

Aku rindu suasana ..
Ketika luapan emosi adalah benalu yang memang harus di buang jauh,
Agar tidak membuat hati ini keruh..
Ya, keruh!
Karena hati itu hanya ada satu ruang, kebaikan atau keburukan
Itu pilihan, silahkan pilih!

Aku rindu suasana..`
Ketika mabit menjadi kebutuhan
Menghidupkan malam, membina iman dan menambah ‘sedikit’ derajat keimanan

Aku rindu suasana..
Ketika Semua harus ihklas menanggalkan agenda pribadinya
Karena panggilan dakwah yang belum ada berita sebelumnya

 

 

Aku rindu suasana..
Ketika Jalasah Ruhiyah benar-benar membina ruh,
Penambah semangat para pengemban dakwah

Aku rindu suasana..
Ketika akhwat menerima telephon dari ikhwan,
Tidak lupa dengan sikap ketegasan suara. Berbicara secukupnya,
Seakan tak memberikan celah sedikitpun bisikan setan yang menyesatkan

Aku rindu suasana..
Ketika rasa manja berubah menjadi mental baja
Kelembekan jadi ketegaran, Kemalasan jadi kedisiplinan
Amarah jadi kesabaran, kegelisahan jadi ketenangan

Aku rindu suasana itu..
Dimana bisa aku cari?, Dimana bisa aku rasakan?, Dimana bisa aku temui?
Aku rindu kebersamaan..Aku takut..
Aku takut tali kebersamaan ini terputus atau ada yang memutus
Saat kita tidak dalam kebersamaan lagi

Aku takut..
Budaya tausyiah dan disiplin sholat jamaah mulai kendur
Disaat kita tidak bersama lagi

Aku takut..
Ruh jihad ini menurun dan tak ada yang menghembuskannya
Ketika kita tidak bersama lagi

Aku takut..
Ketika tilawah tidak istiqomah lagi
Aku takut..
Ketika bersama keluarga
Tidak bisa birul walidain kepadanya
Aku takut!!..Takuut..sekalii…

Advertisements

4 comments on “Aku Rindu Suasana Itu…

  1. subhanalloh..benar-benar dalam sekali..

    jadi inget..dah hampir setahun diMUA..,gak kerasa..semoga kerinduan itu jika tidak kita didalmnya ..menjadi jejak rekam dakwah kelak untuk kedepannya..

    hanya yang ikhlas dan bermenfaat yang terkenang..kenangan tinggalah sepotong episode..masa lalu..episode sejarah yang membuat ku rindu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: