Leave a comment

Merentas Jalan Untuk Sebuah Perbaikan (MASJID ULUL AL-BAAB 2010-2011)


Merentas Jalan Untuk Sebuah  Perbaikan

(MASJID ULUL  AL-BAAB 2010-2011)

Assalamualikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Allhamdulilahilladzi Faallafa Baina Qulubina Faasbahtum Binikmati Ikhwana.

”Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan sholat menunaikan zakat dan tidak takut(kepada apapun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk” (TQS. Attaubah :18)

“….Barang siapa diberi kekuasaan oleh Allah untuk mengatur urusan kaum muslimin lalu menghindar dari kepentingan dan tidak memenuhi kebutuhan mereka, maka Allah akan menghindar dari kepentingan dan kebutuhanya pada hari kiamat…””

(H.R Abu Dawud dan Tarmidzi)

Tentang dakwah ini…

Kami memuji dengan Asma-Mu yang Maha Tinggi, Kami tahu amanah yang akan kami hadapi begitu berat, Jalan yang kami badapi bukan jalan yang landai namun penuh cobaan dan rintangan. Kami menyadari bahwa kami membutuhkan dakwah ini, agar kami melihat dienul Islam yang ada di Dunia ini Tegak dengan Asmamu, khususnya kami ingin melihat Sahabat kami tersenyum merasakan nikmatnya Al-Islam di FMIPA dan FIK.

Semoga Engkau merahmati kami sebagai pejuang Dakwah yang benar-benar tulus dalam amal-amal kami, Komitment dan Istiqomah dalam Dakwah ini, dan jadikanlah apa yang kami lakukan sebagai pemberat di yaumil hisab.

Kini saatnya kami merentas jalan untuk sebuah perbaikan, menata kembali benang kusut, kemudian meneruskan estafeta dakwah yang telah di perjuangkan olah Mujahid-mujahid dakwah terdahulu. Seringkali kami ibaratkan Jalan Panjang ini adalah sebuah puzzle yang sedang kita runut agar menjadi sebuah bangunan, hingga bangunan itu menjadi sebuah bangunan yang kokoh dan rapih.

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

(TQS. Ash-Shaff : 4)

Ikhwah fillah.

Jalan panjang ini melelahkan, maka kita mesti sadar, jika nanti kita tidak menikmati kejayaan itu, maka kita adalah bagian dari orang-orang yang membangun sejarah menyusun bangunan dakwah ini.

Kepada siapa bangunan dakawah ini sempurna? Jawabannya adalah bagi mereka yang berdakwah hari ni, yaitu kita, orang terdahulu, sekarang dan seterusnya yang meyakini akan janji Allah yang Haq. Sebuah keniscayaan jika dalam jalan dakwah yang panjang ini hanya di bangun dengan waktu yang singkat, karena tabiat jalan dakwah itu begitu panjang bahkan bisa jadi ketika kita menghembuskan nafas terakahir, kita belum bisa menyaksikan kejayaan islam ini

Untuk membangun rumah kita ini…rumah yang hanya kita tempati seksedar beberapa tahun tentunya, membutuhkan seorang dai yang benar-benar ikhlas, bermental baja dan memahami betul-betul bahwa kebutuhan dakwah ini adalah kebutuhan yang asasi…karenanya untuk membangun rumah kita..ya…rumah kita di Masjid Ulul  Al-Baab, ini adalah miniatur kecil dari perjalan hidup kita, namun miniature yang kecil ini merupakan penentu nasib dakwah di Masjid Ulul Al-Baab berikutnya.

Sudaraku,

Rasanya belum cukup apa yang kami perbuat dengan apa yang Allah berikan terhadap diri ini, untuk itu niat-niat kami hanya kami persembahkan untuk-Mu ya Allah, dan amal-amal kami hanya untuk-Mu ya Rabb serta harta dan jiwa ini kami persembahkan kepada Allah  yang maha Kaya dan Maha Agung atas pemberi kekuatan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: